Rabu, 19 Juni 2013 | 07:26 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Saham dengan Potensi Gain 20 Persen
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 1 Mei 2012 | 08:58 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Sektor saham properti, konsumsi dan konstruksi dinilai berada dalam pola bullish-uptrend. Beberapa saham pada tiga sektor itu, punya gain potential 15-20%. Apa saja?

Pada perdagangan Senin (30/4/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 16,75 poin (0,40%) ke angka 4.180,732 dengan intraday tertinggi 4.180,911 dan terendah 4.144,345. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 2,99 poin (0,42%) ke posisi 711,375.

Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securities mengatakan, IHSG berada dalam pola bearish-uptrend. Artinya, indeks berpotensi menguat tapi aksi jual bakal jadi tekanan. “Karena itu, pergerakan IHSG saat ini cenderung sideways (mendatar),” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (30/4/2012).

Dia menegaskan, untuk menguat, indeks harus memecahkan resistance 4.192 untuk melaju ke 4.200. Sementara itu, support indeks berada di angka 4.173. “Artinya, selama level 4.192 belum terpecahkan ke atas, pergerakan IHSG cenderung sideways karena kurang tenaga,” ujarnya.

Lebih jauh, Abidin menjelaskan, sejak kemarin pagi, investor asing mencatatkan net sell. Tapi, jelang akhir penutupan IHSG, investor asing justru berbalik haluan menjadi net buy pada detik-detik terakhir jelang penutupan.

Kelihatannya, kata dia, investor mengantisipasi positif inflasi April yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Selasa (1/5/2012) ini dan angkanya sudah diprediksi terkendali. Ia memperkirakan, angka inflasi April tidak akan jauh berbeda dengan inflasi Maret 2012 di angka 0,07% dan inflasi year on year (Maret 2012 terhadap Maret 2011) sebesar 3,97%.

Karena itu, lanjutnya, sektor konsumsi menguat kemarin. Begitu juga dengan saham-saham di sektor perdagangan dan konstruksi yang memang orientasi bisnisnya untuk domestik. “Ini mengindikasikan, inflasi April 2012 berada pada level yang terkendali,” tandas Abidin.

Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar masih menunggu kepastian pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah. Salah satunya opsinya adalah konsumsi premium dilarang untuk mobil 1.500 cc ke atas. Opsi lain pemerintah adalah mencampur premium dengan pertamax menjadi Premix.

Dari eksternal, pasar masih mencermati perkembangan krisis Eropa. Salah satunya adalah Spanyol yang sudah mengalami kontraksi Produk Domestik Bruto (PDB) ke level 0,3% pada kuartal pertama 2012. “Karena itu, fokus pasar saat ini adalah Spanyol,” timpalnya.

Abidin menjelaskan, memang pengaruh Spanyol tidak secara langsung pada IHSG. Tapi pasar akan tetap mengamati perkembangannya.

Meski begitu, Abidin, tetap melihat positif arah IHSG hingga akhir pekan ini. Meski sideways, IHSG punya peluang ke 4.200 hingga akhir pekan. Rilis kinerja keuangan eminten untuk kuartal pertama 2012 yang dirilis cukup positif pada rata-rata kisaran 25% jadi katalisnya. “Jadi, dari dalam negeri, sentimen fundamental masih cukup positif,” tutur Abidin.

Di atas semua itu, dia merekomendasiakn tiga sektor saham yang secara teknikal dalam posisi bullish-uptrend yakni properti, konsumsi, dan infrastruktur. Menurutnya, potensi penguatannya cukup besar. “Bisa juga dikatakan, baik tren mingguan maupun bulanannya menunjukkan penguatan,” timpal dia.

Menurutnya, ketiga sektor saham ini berbasis suku bunga sehingga mendapat angin segar dari ekspektasi terkendalinya inflasi April 2012 yang menjadi tenaga bagi pasar dari sisi sentimen dalam negeri.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Ciputra Development (CTRA), dan PT Summarecon Agung (SMRA). PT Unilever Indonesia (UNVR) dan PT Indofood Sukses Makmur (INDF). PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Pembangunan Perumahan (PTPP). “Saham-saham tersebut, memiliki gain potential 15-20% dalam sepekan ke depan,” tandas dia.

Tapi, Abidin mengingatkan, karena IHSG berada dalam bearish-uptrend (berpotensi menguat tapi memiliki tekanan jual), investor harus menggunakan strategi trading hit and run pada saham-saham tersebut. “Jika IHSG dalam kondisi bullish, strategi yang digunakan adalah buy and hold,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.