Minggu, 19 Mei 2013 | 12:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Niat Buyback Saham, BMTR Siapkan Rp1,7 T
Headline
CEO PT Global Mediacom Tbk, Hary Tanoesoedibjo - inilah.com
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Senin, 30 April 2012 | 18:48 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) akan melakukan buyback atau pembelian kembali saham Perseroan maksimal 10% atau maksimum 1.007.284.500 saham dengan menyiapkan dana sebesar Rp1,7 triliun.

"Hasil RUPSLB PT Global Mediacom menyetujui melakukan buyback saham sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor, dengan dana Rp1,7 triliun," ujar CEO PT Global Mediacom Tbk, Hary Tanoesoedibjo, Senin (30/4/2012).

Hary menuturkan, buyback tersebut dilakukan setelah RUPSLB hingga 18 bulan. Dana untuk buyback tersebut berasal dari kas internal."Dana buy back tidak sulit karena kami tidak punya utang," kata Hary.

Hary menambahkan,pihaknya melakukan buyback sebagai langkah strategis perseroan mengingat harga saham cukup murah. Selain itu, hasil keputusan RUPSLB PT Global Mediacom Tbk antara lain, perseroan juga akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 138.462.000 saham atau maksimum 1% dari saham yang beredar tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan melakukan buyback saham sebanyak-banyaknya 10% saham atau 1.007.284.500 saham. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.