Minggu, 26 Mei 2013 | 09:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sekarang Waktu Pas untuk Membeli
Headline
Inilah.com
Oleh: Bastaman
pasarmodal - Senin, 30 April 2012 | 06:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sampai pekan kemarin, pasar saham masih gonjang-ganjing. Isu pembatasan BBM dan turunnya peringkat utang Spanyol membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak dalam ruang yang sempit dengan kecenderungan melemah. Sesekali, memang, terjadi rebound kecil-kecilan. Namun penguatan itu hanya berlangsung sehari dua hari. Setelah itu indeks kembali lunglai.

Seperti yang terjadi dalam sepekan kemarin, indeks ditutup di tutup di level 4.163,98 atau melemah 0,001%. Sebenarnya tidak banyak, memang. Tapi, sialnya, banyak pelaku pasar yang percaya bahwa kejatuhan yang terjadi kemarin bukan merupakan episode terakhir. Dengan kata lain, selama sepekan ke depan IHSG berpeluang melemah. Bahkan akan terperosok lebih dalam.

Coba dengar pendapat Purwoko Sartono. Analis Panin Sekuritas ini percaya, pekan depan indeks akan bergerak di rentang 4.120 – 4.190. Beberapa hari ke depan, menurutnya, tak ada sentimen positif yang cukup untuk menggairahkan perdangan saham. Sehingga, “Indeks akan bergerak sempit dan cenderung turun,” katanya.

Pendapat bernada pesimistis juga datang dari Bertrand Reynaldi, Kepala Riset E-Trading Securities. Menurutnya, saat ini para investor tengah mereposisi portfolionya setelah Standard & Poor’s memangkas peringkat obligasi Spanyol menjadi BBB+ atau setingkat di atas di atas junk (sampah). Sementara di dalam negeri para investor dibuat pening oleh ketidakjelasan sikap pemerintah soal rencana untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi.

Nah, salah satu keranjang yang dianggap aman dalam situasi seperti sekarang adalah dolar. Pelarian dana ke mata uang dolar itu pula yang membuat banyak investor menarik duitnya dari bursa. Buntut, sejumlah pasar modal pun masuk zona merah. Indeks Hang Seng dan Nikkei, misalnya, pada penutupan pasar akhir pekan kemarin masing-masing turun sebesar 0,33% dan 0,43%.

Melihat kenyataan pahit tersebut, memang tak banyak yang bisa diharapkan investor dalam waktu dekat. Namun, seperti pepatah, selalu ada berkah di balik musibah. Begitu pun kejatuhan indeks, yang oleh sebagian pelau pasar, dipandang sebagai saat yang tepat untuk membeli. “Setiap penurunan harga selalu diikuti dengan kenaikan,” kata seorang analis dari Kresna Securities.

Ia begitu yakin, pembalikan arah akan segara terjadi. Makanya, menurutnya, saat ini merupakan waktu yang pas bagi investor jangka panjang untuk membeli atau mengoleksi saham. Time to Buy. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Irawan
Minggu, 6 Mei 2012 | 10:27 WIB
time to buy? sinting !!! apakah keadaan ekonomi dunia 2012 lebih baik dari 2007? Apakah keadaan ekonomi Eropa lebih baik 2012 dibanding 2007? C'mon ... get real !!! para analis tidak lebih bodoh dari monyet. Bedanya ada yang mau membayar mereka...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.