INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat secara teknikal pada pekan depan. Namun penguatan akan terbatas mengingat pelaku pasar cenderung wait and see sentimen eksternal dan internal.
Analis PT Indosurya Asset Management Reza Priyambada menuturkan, IHSG akan dipengaruhi laporan keuangan emiten Indonesia untuk uartal pertama 2012 pada pekan depan. Laporan keuangan emiten kuartal pertama 2012 itu dinilai akan menjadi penyeimbang sentimen negatif. Hal itu didorong pelaku pasar masih wait and see sentimen eksternal dan internal seperti data ekonomi Amerika Serikat, Eropa dan pengumuman inflasi di Indonesia pada pekan depan."Pergerakan IHSG untuk pekan depan tidak terlalu berbeda dengan sebelumnya. Pelaku pasar cenderung wait and see data inflasi dan kebijakan bbm subsidi yang belum jelas," ujar Reza saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (29/4/2012).
Sementara itu, Kepala Riset PT Henan Putihrai Felix Sindhunata mengatakan, potensi penguatan IHSG akan terbatas pada pekan depan. Namun laporan keuangan emiten Indonesia dapat memberi sentimen positif. Adapun sektor saham yang dapat dicermati yaitu sektor saham perbankan. Kisaran pergerakan mingguan IHSG akan berada di 4.108 – 4.233."Faktor eksternal seperti Eropa masih menjadi driver utama, tetapi laporan keuangan domestik bisa memberi sentimen positif dan membatasi efek negatif dari eksternal," kata Felix.
Reza memperkirakan, IHSG akan berada di level support 4.120-4.156 dan level resistance 4.187-4.210. Adapun sektor saham yang dapat menjadi pilihan sektor saham perkebunan, pertambangan dan perkebunan. "Pelaku pasar modal dapat mengakumulasi sektor saham yang mengalami penurunan cukup tajam. Pelaku pasar dapat mengakumulasi secara bertahap," tambah Reza.
Sebelumnya IHSG ditutup melemah ke level 4.163,98 atau turun 0,39% pada perdagangan saham Jumat (27/4/2012).