Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 08:05 WIB
Hide Ads

Jamsostek Tetap Bertahan di Garuda

Oleh : Jagad Ananda | Minggu, 29 April 2012 | 06:00 WIB
Jamsostek Tetap Bertahan di Garuda
Ist

INILAH.COM, Jakarta - Pembelian 10,9% saham Garuda Indonesia oleh pengusaha Chairul Tanjung telah membuat sejumlah investor lain memasang kuda-kuda. Yang dimaksud, tentu saja, pemodal yang sama-sama memegang saham berkode GIAA tersebut.

Mereka bersiap-siap, untuk melakukan pelepasan begitu harganya mencapai harga pembelian, Februari tahun lalu. "Biarlah, kami rugi bunga,"kata seorang pengusaha di Jakarta.

Seperti diketahui, sejak tersiar kabar bahwa 10,9% saham yang dimiliki oleh tiga sekuritas BUMN (Bahana, Mandiri, dan Danareksa), akan ada yang membeli, harga GIAA langsung menguat dan bergerak stabil di artas level Rp 600. Dan ketika kabar itu terbukti benar, Jumat lalu harga langsung meloncat 9,23% menjadi Rp 710.

Ada yang manaksir, level tersebut sudah mendekati harga wajar. Sebab, dengan PE 11 kali, harga GIAA berada di level Rp 725. Tapi, setelah melihat gebrakan yang dilakukan manajemen (seperti penambahan armada dan pengembangan pasar), tak sedikit analis yang yakin harga saham si burung besi masih bisa terbang lebih tinggi lagi. Bahkan, tak sedikit yang optimistis di akhir tahun GIAA akan mencapai Rp 1.000.

Itu sebabnya, di samping yang bersiap-siap melepas, tak sedikit investor institusi yang tetap akan menyimpan saham ini. Salah satu yang bersikap seperti itu adalah manajemen PT Jamsotek, yang ketika IPO memborong GIAA hingga senilai Rp 210 miliar. Alasannya,"Kami adalah long term investor. Pegang saham untuk jangka menengah panjang, "kata Elvyn G Masassya, Direktur Investasi PT Jamsostek, melalui pesan pendek.

Sejak tahun lalu, Elvyn memang optimistis, saham ini akan rebound.dan kini terbukti, ramalannya benar. Hanya, sayangnya, belum sampai pada harga IPO yang Rp 750. [tjs]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with