Sabtu, 25 Mei 2013 | 23:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Saham BBRI Top Foreign Sell Hari Ini
Headline
IST
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Jumat, 27 April 2012 | 19:03 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi top foreign sell mencapai 45,7 juta saham dari volume perdagangan 82,8 juta saham senilai Rp557,1 juta saham.

Demikian mengutip data BEI Jumat (27/4/2012). IHSG berakhir melemah 16,3 poin atau 0,3% ke 4.163,98. Volume perdagangan 7,3 miliar saham senilai Rp7,08 triliun. IHSG mengalami net foreign buy Rp1,06 triliun.

Urutan kedua saham ELTY mencapai 335 juta saham dari volume transaksi 61,4 juta saham. Urutan ketiga saham BWPT mencapai 17,4 juta saham dari volume 36,6 juta saham. Urutan keempat saham DILD mencapai 14,9 juta saham dari volume 86,1 juta saham. Urutan kelima saham BMTR mencapai 8,7 juta saham dari volume 21,9 juta saham.

Sementara urutan keenam saham KIJA mencapai 8,5 juta saham dari volume 104,2 juta saham. Urutan ketujuh saham LPKR mencapai 6,7 juta saham dari volume 86,5 juta saham. Urutan kedelapan saham FREN mencapai 6,3 juta saham dari volume 74,5 juta saham.

Urutan kesembilan saham BDMN mencapai 5,04 juta saham dari volume 30,7 juta saham. Urutan kesepuluh saham KLBF mencapai 4,9 juta saham dari volume perdagangan 34,9 juta saham.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.