INILAH.COM, Jakarta – Akhir pekan ini, IHSG melandai di zona merah. Melemahnya bursa Asia dan aksi profit taking pada saham-saham unggulan, mengerek turun pergerakan bursa.
Perdagangan Jumat (27/4/2012), IHSG ditutup turun 16,325 poin (0,39%) ke level 4.163,981, dengan intraday terendah di 4.155 dan tertinggi di 4.189. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang terkoreksi 3,806 poin (0,53%) ke level 708,390.
Penguatan 0,1% ke level 4.187,76 yang terjadi di awal sesi, tidak mampu bertahan lama. Indeks terus merosot ke zona merah, hingga pada penutupan sesi pertama bertengger di angka 4.171,79 dan akhirnya ditutup di 4.163,98.
Analis mengatakan koreksi terjadi pada bursa saham domestik, memfaktorkan pelemahan di bursa regional Asia. Hal ini menyusul langkah S&P yang menurunkan rating utang Spanyol menjadi BBB+ dari A dengan outlook negatif.
Laporan kinerja emiten China yang mengecewakan dalam rilis hari ini juga menjadi pendorong aksi jual saham-saham Asia yang tadi pagi berhasil menguat.
Kendati melemah, aliran dana asing terlihat masih deras masuk ke bursa, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp1,069 triliun. Rinciannya adalah transaksi beli sebesar Rp3,798 triliun dan transaksi jual mencapai Rp2,729 triliun.
Hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan dengan penurunan terdalam saham sektor finansial yang anjlok 1,67%. Disusul sektor konsumsi yang turun 1,2%, manufaktur 0,6%, tambang 0,4%, serta aneka industri dan perdagangan yang jatuh 0,3%. Apresiasi sektor infrastruktur sebesar 2,1% tidak mampu menahan mempertahankan indeks di area hijau..
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 14,723 juta lot saham, senilai Rp 7,396 triliun dan frekuensi 128.106 kali. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 153 saham turun, dan 102 saham stagnan.
Peningkatan transaksi disebabkan pembelian 2,4 miliar (10,8%) saham Garuda Indonesia (GIAA) oleh CT Corp yang difasilitasi Credit Suisse, senilai Rp1,53 triliun. Saham Garuda ditransaksikan empat kali di pasar negosiasi pada level Rp620 per lembarnya.
Beberapa emiten yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.250 ke Rp 58.350, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 42.300, Indomobil (IMAS) turun Rp 450 ke Rp 17.300, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 400 ke Rp 5.900.
Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Multi Bintang (MBLI) naik Rp 40.000 ke Rp 530.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 158.000, Telkom (TLKM) naik Rp 500 ke Rp 8.500, dan Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 148.500.
Koreksi bursa didukung pelemahan bursa regional, dimana indeks Nikkei 225 anjlok 40,94 poin (0,43%) ke level 9.520,89, indeks komposit Shanghai turun 8,38 poin (0,35%) ke level 2.396,32, indeks Hang Seng turun 68,26 poin (0,33%) ke level 20.741,45 dan indeks Straits Times melemah 2,39 poin (0,08%) ke level 2.979,08. [ast]