INILAH.COM, Surabaya - Sukses menjual 91,7 miliar batang rokok, mendorong laba PT PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) pada tahun 2011 mencapai Rp8,06 triliun.
Perolehan ini mengalami kenaikan 25,6% dari laba perseroan di tahun 2010. "peningkatan laba bersih tidak lepas dari kenaikan angka penjualan selama 2011 yang mencapai 19% atau sebesar Rp31,96 triliun," kata Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, John Gledhill dalam paparan usai rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan di Surabaya yang dikutip dari Antara, Jumat (27/4/2012).
Perusahaan rokok mencatat volume penjualan Sampoerna naik 16,4%, dari 78,8 miliar batang pada 2010 menjadi 91,7 miliar batang selama 2011. Pertumbuhan penjualan Sampoerna tersebut lebih tinggi dibanding industri rokok di Indonesia, yang menurut data AC Nielsen tumbuh sekitar 8,9% pada 2011. Pasar perseroan masih didominasi dari pasar domestik sementara pasar ekspor masih sangat kecil.
Kendati persaingan bisnis rokok di Indonesia semakin ketat, lanjut Gledhill, pihaknya masih mampu mencatat kenaikan pangsa pasar sebesar 2,1 poin persentase atau menjadi 31,1%. HM Sampoerna yang sejak 2005 sahamnya diakuisisi Philips Morris Indonesia membayar biaya cukai kepada pemerintah sebesar Rp19,7 triliun atau setara 1,7% pendapatan negara.