INILAH.COM, Jakarta - PT HD Finance Tbk (HDFA) akan memperbesar porsi pembiayaan untuk sepeda motor bekas menjadi 25%-30%. Hal itu dikarenakan ada potensi di pembiayaan motor bekas.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT HD Finance Tbk, Hariono, saat paparan publik perseroan, Kamis (26/4/2012). "Untuk sepeda motor bekas dinaikkan menjadi 25%-30% karena ada potensi di pasar motor bekas dan marjin lebih baik. Selain itu, kita memang memberi kriteria lebih ketat untuk motor bekas," ujar Hariono.
Lebih lanjut ia mengatakan, perseroan mengenakan down payment sebesar 20% untuk kendaraan roda empat baru sesuai dengan ketentuan baru mengenai down payment. Perseroan menargetkan penyaluran pembiayaan tumbuh 30% menjadi Rp1,3 triliun pada 2012.
Perseroan telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp1,02 triliun pada 2011 dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp568,35 miliar. Porsi pembiayaan tersebut sekitar 93,4% untuk pembiayaan motor baru dan sekitar 6,6% untuk motor bekas. NPL perseroan sebesar 0,73% pada 2011 dibandingkan tahun 2010 sebesar 0,91%.
Selain itu, Hariono mengatakan, pihaknya sedang mengkaji untuk menerbitkan obligasi sebagai alternatif pendanaan di luar perbankan. Sehingga pihaknya belum dapat menjelaskan lebih detil mengenai jumlah penerbitan obligasi tersebut. [hid]