INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan sideways (harga bergerak datar) masih menyelimuti pasar saham Indonesia yang membuat IHSG terjebak di antara 4.100-4.180.
"Belum ada indikasi bahwa harga akan terjatuh dalam berdasarkan price action yang terbentuk," ujar Gema Goeyardi, President Director PT Astronacci International dalam catatan risetnya Kamis (26/4/2012).
Menurutnya, pattern yang terbentuk pada IHSG menyerupai symmetrical triangle yang akan membawa IHSG naik lebih tinggi. Gema melihat IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi wave 4 dan siklus ini masih akan berlanjut hingga 27 April 2012. Saham-saham blue chips yang berkapitalisasi besar masih tidak bergerak ke arah positif yang nampak jelas bahwa semua sedang menunggu "sesuatu" yang akan menyebabkan market bergerak agresif kembali. Saat-saat seperti ini trader dan investor konservatif hanya dapat menunggu sedangkan bagi trader yang lebih agresif dapat membeli saham-saham small caps yang masih berpeluang naik lebih tinggi.
IHSG bergerak dalam rentang 4.100-4.180 hingga 27 April 2012. "Tidak banyak yang dapat dilakukan pada kondisi seperti ini selain menunggu dan terus bersabar melakukan pembelian pada harga yang terbaik. Satu hal yang harus anda yakini bahwa probabilitas trend bullish tetap lebih besar dari pada bearish," tukasnya.
Moon declination dari Northern Hemisphere pada tanggal 26-27 April 2012 dan disertai oleh Sun Trine Pluto pada 29 April 2012 akan menjadi masa akhir dari fase konsolidasi ini. "Maka kita akan bersiap membeli saham-saham yang beranjak dari area demandnya," tukasnya.
Konsolidasi akan berlanjut hingga akhir minggu ini. IHSG akan bergerak datar dengan support pada 4.100. "Untuk menu trading hari ini silahkan amati HRUM, CPIN, BUMI, SIMP, BWPT, dan BKSL. Mereka memiliki peluang besar untuk menguat di tengah-tengah gejolak pasar yang terjadi. Keuntungan yang dapat diharapkan mulai dari 5-8%. Pada masa sideways seperti ini investor harus mempersiapkan level stop loss pada setiap trading untuk melindungi keseluruhan modal."