INILAH.COM, London - Raksasa keuangan asal Swiss, Credit Suisse Group mengalami penurunan laba bersih hingga 95% di kuartal pertama 2012.
Dalam rilis yang dipublikasi Rabu (25/4/2012) penurunan tersebut karena beban utang dan tingginya pembayaran bonus. Kinerja tersebut merupakan dampak dari krisis Eropa yang menjalar ke industri keuangan Eropa.
Bank yang berbasis di Zurich ini mengalami penurunan laba dari 1,1 miliar francs pada periode yang sama tahun 2011 menjadi 44 juta francs atau senilai US$48 juta. Estimasi sebelumnya laba masih mencapai 297,9 juta francs. Hal ini dipicu meningkatnya biaya utang dan biaya derifatif 534 juta francs dan pembagian bonus kepada 5.500 bankir.
Chief Executive Credit Suisse, Brady W Daugan kinerja ini masih diharapkan sebagai awal yang baik untuk 2012. Perseroan masih diuntungkan meningkatnya aktiva tertimbang menurut risiko investasi yang melampaui target.
Perseroan memangkas aktiva tertimbang menurut risiko sebesar 45 juta francs menjadi 294 juta francs sesuai basel III. Untuk penjualan naik 12% menjadi 1,4 triliun francs saat perbankan AS mengalami penurunan rata-rata 9%. Pendpatan dari penjaminan emisi dan penjualan obligasi naik 18% menjadi 781 juta francs.
"Kondisi pasar hingga bulan April masih belum cukup menguntungkan seperti kuartal pertama. Kami berharap cukup konstruktif hingga akhir tahun," kata Daugan. Demikian mengutip marketwatch.com.
Sejak kuetal keempat 2011, perseroan telah memangkas 1.000 pekerja menjadi 48.700 pegawai. Divisi private banking kehilangan 800 pekerja dan divisi investment banking kehilangan 200 pekerja.