INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memutuskan untuk tidak membagikan dividen 2011kepada pemegang saham.
"Kami tidak membagikan dividen karena tahun ini ada akuisisi besar menara Indosaat. Tahun ini kami melakukan pertumbuhan organik sehingga kami tidak membagi dividen," ujar Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, Rabu (25/4/2012).
Selain itu, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyetujui menyepakati penerbitan 239.826.310 lembar saham baru atau 5% yang merupakan bagian dari pembayaran atas pembelian 2.500 menara telekomunikasi milik PT Indosat Tbk. Adapun harga saham tersebut rata-rata 25 hari sekitar Rp2757.
"Menara-menara tersebut adalah menara yang berkualitas yang berada di lokasi strategis,sehingga kami optimis ke depan mampu menarik lebih banyak tenant untuk memanfaatkan fasilitas menara tersebut," ujar Herman.
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur TBIG, Hardi Liong menuturkan, proses transaksi tersebut diharapkan selesai pada kuartal kedua 2012. Namun perseroan mengupayakan transaksi tersebut selesai pada Mei 2012."Closing tergantung persiapan keduabelah pihak," kata Hardi.
Adapun keseluruhan nilai transaksi tersebut US$406 juta. Hardi mengatakan, pihaknya akan mencairkan pinjaman sebesar US$325juta bila transaksi tersebut telah ditutup.
Selain itu, dalam RUPST perseroan juga menerima pengunduran diri Sandiaga Uno sebagai Komisaris. [hid]