Rabu, 19 Juni 2013 | 11:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Meski Naik, Bursa Eropa Berpotensi Tertekan
Headline
Ist
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Selasa, 24 April 2012 | 15:39 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (24/4/2012) setelah melemah kemarin. Walaupun kekhawatiran situasi Eropa menahan laju penguatan.

Indeks FTSE naik 0,3% ke 5.685,71, indeks CAC naik 0,7% ke 3.121,62 dan indeks DAX naik 0,6% menjadi 6.563,06. "Saya pikir akan terlihat tekanan jual karena orang mulai khawatir dengan situasi politik lagi," kata Joe Rundle di ETX Capital.

Kekhawatiran terhadap menyebarnya krisis utang Uni Eropa meningkat setelah PM Belanda, Mark Rutte mengundurkan diri. Rutte gagal memuluskan rencana penghematan anggaran pada akhir pekan lalu.

Hal itu menambah ketidakpastian setelah isu pemilihan presiden Perancis terbuka lebar pada pekan lalu. Kekhawatiran baru juga datang sebagai kemerosotan bisnis zona Euro yang mendalam lebih cepat dari yang diperkirakan pada April. Data PMI jatuh ke level rendah dalam lima bulan terakhir.

Sementara bursa Asia bergerak mixed seperti indeks Hang Seng naik 0,07%, indeks Nikkei turun 0,8%, indeks STI naik 0,3%, indeks Shanghai turun 1,03%, indeks Kospi turun 0,4%, indeks ASX naik 0,1%.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.