INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, IHSG diprediksi mendatar seiring momentum jelang keputusan pembatasan BBM bersubsidi. Tapi, empat saham layak akumulasi di sesi dua.
Pada sesi pertama perdagangan Selasa (24/4/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah tipis 3,17 poin (0,08%) ke level 4.152,322. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45
yang turun 0,67 poin (0,09%) ke angka 707,88.
Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 2,6 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 3,07 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun di pasar regular dari total Rp1,7 triliun dan frekuensi 75.916 kali. Sebanyak 125 saham menguat, sedangkan 109 saham melemah dan 103 saham stagnan.
Pelemahan indeks, juga diwarnai aksi jual dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp20,4 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp614,07 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp634,5 miliar.
Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Sektor aneka industri memimpin penurunan 0,94%, disusul perdagangan 0,26%, keuangan 0,21%, perkebunan 0,13%, dan manufaktur 0,08%. Sementara itu, saham pertambangan ditransaksikan stagnan. Adapun saham-saham yang menguat adalah sektor konsumsi 0,53%, industri dasar 0,05%, properti 0,11%, dan infrastruktur 0,26%.
Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah memperkirakan, laju IHSG hingga penutupan akan sideways (mendatar). “Support indeks berada di level 4.109 dan resistance 4.185,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (24/4/2012).
Menurutnya, sideways-nya pergerakan indeks salah satunya dipicu oleh pasar yang hari ini mengantisipasi pengumuman dari pemerintah soal pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam rapat kabinet . “Kondisi ini sangat berpengaruh negatif pada saham-saham otomotif terutama PT Astra Internasional (ASII),” ujarnya.
Secara teori, kebijakan itu juga jadi sentimen negatif untuk saham-saham di sektor perbankan. Sebab, jika BBM bersubsidi dibatasi, inflasi akan naik. “Ini sangat berpengaruh pada saham-saham perbankan. Ini menjadi alasan tertekannya IHSG,” timpalnya.
Selebihnya, kata Cece, IHSG terpengaruh oleh risiko politik dari pemilu Perancis dan Belanda serta kemerosotan perekonomian Eropa. “Apalagi, semalam juga ada laporan dari saham Walmart di AS yang negatif karena isu skandal penyuapan,” papar Cece.
Namun demikian, dia menegaskan, meski turun kemarin, bursa saham Asia sangat berpengaruh pada pergerakan indeks domestik hari ini terutama Hang Seng Index (HSI). “Tetapi, selama investor asing tidak melakukan aksi jual yang signifikan, IHSG masih sangat kuat,” kata dia.
Apalagi, lanjutnya, jika Dow Jones Future sore nanti masih bergerak positif. “IHSG pun masih berpeluang bertahan di zona positif. Kalaupun melemah, hanya tipis sehingga secara keseluruhan laju indeks hari ini mendatar,” tuturnya.
Di atas semua itu, Cece merekomendasikan positif beberapa saham yang membagikan dividen dan satu saham yang punya aksi placement. Saham-saham pilihannya adalah PT Indo Tambang Raya (ITMG) yang akan membagikan dividen pada 27 April 2012 sebesar Rp2.506 per saham. PT United Tractor (UNTR) yang meski dividennya tidak terlalu besar. “Pergerakan kedua saham ini sangat kuat,” tandasnya.
Direkomendasikan juga saham PT Bank Mandiri (BMRI). Menurutnya, meski BMRI hanya membagi dividen 20% dari laba bersih senilai Rp104,97 per saham, saham ini sudah bisa mulai dikoleksi.
Terakhir, PT Summarecon Agung (SMRA) seiring placement di Rp1.600 . Jika sudah mendekati angka itu, layak beli. Biasanya, jika saham mendekati harga placement, akan segera naik lagi. “Itulah saham-saham yang dapat rekomendasi beli dengan pola buy on weakness,” imbuh Cece.