Selasa, 21 Mei 2013 | 15:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Saham dengan Target Naik 10 Persen
Headline
Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 24 April 2012 | 09:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Hingga akhir pekan, IHSG diprediksi kembali menguat yang di-trigger oleh saham-saham pertambangan batu bara dan perbankan. Delapan saham dapat rekomendasi beli.

Pada perdagangan Senin (23/4/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 25,88 poin (0,62%) ke angka 4.155,491 degan intraday tertinggi 4.193,238 dan terendah 4.130,849. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 4,51 poin (0,63%) ke posisi 708,549.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim optimistis perkembangan IHSG dalam sepekan ke depan akan kembali positif mengikuti pergerakan Dow Jones Industrial Index (DJI) dan regional Asia. “Sebab, DJI sudah tembus 13.000,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, selain mengikuti laju bursa internasional, IHSG bakal kembali didukung oleh saham-saham pertambangan dan perbankan. “Sebab, tren harga batu bara naik terus, meski sempat terkoreksi tipis,” ujarnya.

Tapi, kata dia, tren jangka panjang, jika melihat pergerakan mata uang euro yang terus menguat terhadap dolar AS, harga batu bara masih bisa menguat. “Apalagi, euro sudah kembali ke atas US$1,30 per euro,” ucap dia.

Irwan menjelaskan, jika euro menguat dan dolar AS melemah, otomatis harga komoditas naik. Sebab, minyak ditransaksikan dalam denominasi dolar AS. Sehingga saat dolar AS melemah, minyak naik dan dengan sendirinya berimbas pada kenaikan harga batu bara dan komoditas lainnya. “Karena itu, tren IHSG naik juga,” tandasnya.

Sementara itu, kata Irwan, secara teknikal, IHSG sudah kembali ke atas 4.000 dan konsolidasi di atasnya sehingga susah untuk turun lagi ke bawah 4.000. “Target penguatan IHSG berikutnya adalah 4.250,” ucapnya.

Hanya saja, hingga akhir pekan ini, support IHSG berada di level 4.000 dan resistance 4.200. “Kekuatan IHSG, secara teknikal maupun fundamental, masih positif,” kata Irwan penuh rasa percaya diri.

Untuk jangka yang lebih panjang lagi, Irwan lebih optimistis. Menurutnya, jelang akhir 2012, Dow Jones berpotensi tembus 15.000 sebelum pemilu AS November 2012. “Karena itu, bursa saham regional akan terus naik tanpa mempertimbangkan faktor fundamentalnya,” paparnya.

Irwan menegaskan, diukur dari kacamata global, kapitalisasi market Indonesia masih kecil. Karena itu, asing tidak butuh dana terlalu besar (untuk ukuran mereka) untuk mengangkat IHSG. “Pintu masuk mereka adalah saham-saham bluechip di sektor perbankan dan PT Astra Internasional (ASII),” tuturnya.

Sebab, jika Dow Jones sudah bertenger di level 15.000, Irwan yakin, IHSG akan berada di 6.200-6.500. Jadi, patokannya Dow Jones dan IHSG akan mengikuti tren global.

Lebih jauh Irwan percaya, pergerakan bursa Dow Jones sangat terkait dengan politik dan saham merupakan sebuah sistem kapitalis. “Jika politik memiliki hajatan besar seperti pemilu, partai berkuasa akan membawa harga saham ke atas untuk menjustifikasi kekuasan pemerintah yang berada di tampuk kekuasaan,” timpalnya.

Karena itu, harga saham akan dikerek ke atas. Sebab, Partai Demokrat AS berharap Presiden Barack Obama akan kembali memimpin AS.

Di atas semua itu, Irwan merekomendasikan positif delapan saham dari grup Astra, perbankan, dan pertambangan batu bara.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Energy (ADRO), dan PT Bayan Resources (BYAN) . “Saya rekomendasikan beli saham-saham tersebut dengan target harga 10% dari harga sekarang,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.