Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 15:10 WIB

Irwan Ibrahim

Dow Jones 15.000, IHSG Bertenger di 6.200-6.500

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 24 April 2012 | 03:00 WIB
Dow Jones 15.000, IHSG Bertenger di 6.200-6.500
Irwan Ibrahim - Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Hajatan pemilu AS pada November 2012 diprediksi bakal mengangkat Dow Jones ke 15.000 dan berimbas positif ke regional Asia. Harga saham pun siap meroket.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim percaya bahwa pergerakan bursa Dow Jones terkait dengan politik. Menurutnya, karena saham merupakan sebuah produk kapitalis, Dow akan terangkat jika politik memiliki hajatan besar seperti pemilu.

Sebab, kata dia, partai berkuasa akan membawa harga saham ke atas untuk menjustifikasi kekuasan pemerintah yang berada di tampuk kekuasaan. "Karena itu, harga saham akan dikerek ke atas. Sebab, Partai Demokrat AS berharap Obama akan kembali memimpin AS," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (23/4/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 25,88 poin (0,62%) ke angka 4.155,491 degan intraday tertinggi 4.193,238 dan terendah 4.130,849. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang turun 4,51 poin (0,63%) ke posisi 708,549. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah ke 4.155,49. Bagaimana Anda melihat arahnya hingga akhir pekan ini?

Perkembangan IHSG dalam sepekan ke depan akan kembali positif mengikuti pergerakan Dow Jones Industrial Index (DJI) dan regional Asia. Sebab, DJI sudah tembus 13.000.

Bagaimana dengan faktor domestik?

Selain mengikuti laju bursa internasional, IHSG juga masih didukung oleh saham-saham pertambangan dan perbankan. Sebab, tren harga batu bara naik terus, meski sempat terkoreksi tipis. Tapi, tren jangka panjang, jika melihat pergerakan mata uang euro yang terus menguat terhadap dolar AS, harga batu bara masih menguat.

Apalagi, euro sudah kembali ke atas US$1,30 per euro. Jika euro menguat dan dolar AS melemah, otomatis harga komoditas naik. Sebab, minyak ditransaksikan dalam denominasi dolar AS. Sehingga saat dolar AS melemah, minyak naik dan dengan sendirinya berimbas pada kenaikan harga batu bara dan komoditas lainnya. Karena itu, tren IHSG naik juga.

Level support dan resistance-nya?

Secara teknikal, IHSG sudah kembali ke atas 4.000 dan konsolidasi di atasnya sehingga susah untuk turun lagi ke bawah 4.000. Target penguatan IHSG berikutnya adalah 4.250. Tapi, hingga akhir pekan ini, support IHSG berada di level 4.000 dan resistance 4.200. Kekuatan IHSG, secara teknikal maupun fundamental, masih positif.

Bagaimana proyeksi hingga akhir 2012?

Jelang akhir 2012, Dow Jones berpotensi tembus 15.000 sebelum pemilu AS November 2012. Karena itu, bursa saham regional akan terus naik tanpa mempertimbangkan faktor fundamentalnya. Diukur dari kacamata global, kapitalisasi market Indonesia masih kecil. Karena itu, asing tidak butuh dana terlalu besar (untuk ukuran mereka) untuk mengangkat IHSG.

Pintu masuk mereka adalah saham-saham bluechip di sektor perbankan dan PT Astra Internasional (ASII). Sebab, jika Dow Jones sudah bertenger di level 15.000, IHSG akan berada di 6.200-6.500. Jadi, patokannya Dow Jones. IHSG akan mengikuti tren global.

Bagaimana hubungan pemilu AS dengan Dow Jones?

Saya percaya, pergerakan bursa Dow Jones terkait dengan politik dan saham merupakan sebuah sistem kapitalis. Jika politik memiliki hajatan besar seperti pemilu, partai berkuasa akan membawa harga saham ke atas untuk menjustifikasi kekuasan pemerintah yang berada di tampuk kekuasaan. Karena itu, harga saham akan dikerek ke atas. Sebab, Partai Demokrat AS berharap Obama akan kembali memimpin AS.

Saham-saham pilihan Anda?

Saham-saham pilihan adalah PT Astra Internasional (ASII.JK), PT Bank Central Asia (BBCA.JK), PT Bank Mandiri (BMRI.JK), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK), PT Indo Tambang Raya (ITMG.JK), PT Bumi Resources (BUMI.JK), PT Adaro Energy (ADRO.JK), dan PT Bayan Resources (BYAN.JK) .

Apa rekomendasi Anda untuk saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan beli saham-saham tersebut dengan target harga 10% dari harga sekarang.

 
Embed Widget

x