INILAH.COM, Jakarta – Potensi penguatan IHSG dalam sepekan ke depan, bakal di-trigger kinerja emiten kuartal I-2012. Karena itu, selective buying saham-saham yang berpotensi naik.
Analis Panin Securities Purwoko Sartono melihat potensi penguatan pada beberapa saham di sektor perbankan second liner, konstruksi, semen, dan sebagian saham-saham properti. Dia merekomendasikan selective buying saham-saham tersebut dengan pola buy on weakness. “Sementara itu, saham-saham di sektor komoditas cenderung fluktuatif karena terpengaruh oleh sentimen krisis Eropa yang juga tensinya berfluktuasi,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Jumat (20/4/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 17,65 poin (0,42%) ke posisi 4.181,368 dengan intraday tertinggi 4.181,78 dan terendah 4.159,039. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 4,09 poin (0,58%) ke posisi 713,063. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Akhir pekan lalu, IHSG menguat ke 4.181,3. Bagaimana Anda melihat arahnya dalam sepekan ke depan?
Pergerakan IHSG saat ini masih dibayangi oleh krisis utang yang kembali mencuat di Eropa yakni Spanyol. Meskipun, terakhir Spanyol sukses melelang surat utangnya. Tapi, pasar tetap mencemaskan situasi Spanyol. Karena itu, berita-berita dari Eropa terkait krisis utangnya akan diantisipasi pasar. Pasar melihat, krisis Eropa melebar ke Spanyol yang perekonomiannya jauh lebih besar dibandingkan Yunani.
Kalau begitu, apa yang membuat IHSG menguat akhir pekan lalu?
Penguatan IHSG, lebih dipicu oleh China yang diekspektasikan akan melonggarkan kebijakan moneternya. Hal itu mungkin terjadi setelah Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu, pada kuartal I-2012 turun ke 8,1% dari 8,9% pada kuartal sebelumnya, dari ekspektasi 8,4%.
Karena itu, pada awal-awal pekan, IHSG cenderung mendapat tekanan negatif. Tapi, hingga akhir pekan IHSG akan kembali menguat. Sebab, pasar mendapat trigger dari rilis kinerja emiten untuk kuartal I-2012.
Level support dan resistance-nya?
Dalam sepekan ke depan, IHSG berpeluang tembus 4.200. Dalam sepekan ke depan, support indeks berada di 4.130 dan resistance pertama 4.200 dan resistance kedua 4.250.
Saham-saham pilihan Anda?
Saya rekomendasikan positif sepuluh saham dari sektor perbankan terutama second liner, konstruksi, semen dan properti.
Spesifik saham pilihan Anda?
Saham-saham pilihannya adalah saham-saham second liner perbankan seperti PT Bank Bukopin (BBKP), PT Bank Jabar Banten (BJBR), PT Bank Tabungan Negara (BBTN) yang pergerakannya agak lesu dalam sepekan terakhir. Karena itu, saham-saham tersebut bisa menguat dalam sepekan ke depan.
Sementara itu, di sektor konstruksi juga berpotensi menguat seperti PT Adhi Karya (ADHI), PT Wijaya Karya (WIKA), dan PT Pembangunan Perumahan (PTPP). Lalu, di sektor semen, PT Semen Gresik (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP).
Saya melihat saham-saham di sektor properti sudah memasuk jenuh beli (overbought). Tapi, masih ada peluang penguatan pada saham PT Agung Podomoro Land (APLN) PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dan PT Alam Sutera Realty (ASRI). Tapi, saham-saham properti besar seprti PT Ciputra Development (CTRA) sudah jenuh beli.
Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?
Saya rekomendasikan selective buying saham-saham tersebut dengan pola buy on weakness. Sementara itu, saham-saham di sektor komoditas cenderung fluktuatif karena terpengaruh oleh sentimen krisis Eropa yang juga tensinya berfluktuasi.