INILAH.COM, Jakarta - Banjirnya laporan keuangan emiten, perkembangan kondisi ekonomi AS serta kekhawatiran investor akan utang Eropa, akan membayangi perdagangan saham sepekan ke depan.
Pertemuan Federal Reserve pekan ini terkait proyeksi kondisi ekonomi dan tingkat bunga juga akan turut membayangi transaksi pasar modal pekan depan. Bos the Fed Ben Bernanke akan melakukan konferensi pers kondisi perekonomian kuartalan.
Pekan depan diawali dengan sentimen cukup berat dari pemilihan presiden Perancis pada hari Minggu. Persaingan antara Presiden Perancis saat ini Nicolas Sarkozy, dengan pesaingnya yang berasal dari sosialis Francois Hollande diperkirakan bakal ketat.
Sementara terkait laporan keuangan, sebanyak 180 perusahaan yang terdaftar dalam S&P500 akan memaparkan kinerjanya pekan depan. Salah satu yang menjadi fokus adalah Apple. Wall Street terkoreksi 10% dalam 10 hari perdagangan sejak Selasa pekan lalu.
Beberapa perusahaan terbuka yang akan memaparkan kinerja keuangannya pekan depan adalah perusahaan obat besar seperti Merck dan Bristol-Myers, perusahaan minyak raksasa termasuk ExxonMobil dan Royal Shell Belanda, industri mekanik dan alat berat seperti Boeing dan Caterpillar, serta industri produk konsumen ternama seperti Amazon dan Starbucks.
"Kinerja perusahaan akan 'bermain', kemudian ada sentimen the Fed juga. Tapi saya pikir kondisi Eropa akan menjadi sentimen pendorong utama," ungkap direktur Operasi UBS, Art Chasin, seperti dikutip dari CNBC.com, Sabtu (21/4/2012).
Pada Senin pagi data indeks manufaktur China dan kondisi zona euro akan didiberitakan. Selasa dan Kamis, sentimen diperkirakan datang dari data penjualan rumah baru AS. Dan Jumat, data PDB kuartal I akan dipaparkan.