Sabtu, 25 Mei 2013 | 14:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
ASBI Bagikan Dividen, Harga Menuju Rp 1000
Headline
IST
Oleh:
pasarmodal - Jumat, 20 April 2012 | 08:08 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Beredar kabar di kalangan pasar modal bahwa PT Asuransi Bintang Tbk. (ASBI) akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham.

Pembagian dividen ini akan diumumkan pada pertengahan kuartal kedua tahun ini, seusai perusahaan melaksanakan RUPS untuk menentukan jumlah yang akan dibagikan. Lebih lanjut mengenai nominal dividen yang akan diberikan berada di kisaran Rp 100 per lembarnya.

Keputusan korporasi membagikan dividen kepada pemegang saham, didasari oleh keberhasilan perusahaan mencetak laba usaha akhir 2011 lalu yang meningkat cukup signifikan. Kinerja perusahaan yang gemilang inipun menjadi alasan salah satu perusahaan keuangan asing sedang mengincar ASBI.

Dikabarkan bahwa investor asing ini tertarik untuk membeli sebagian besar saham ASBI melalui pembelian langsung di pasar dengan target harga Rp 1000 per lembarnya.

Dengan ditandai aksi net buy broker besar, ASBI pada perdagangan Kamis (19/4/2012) kemarin ditutup pada level auto reject di harga Rp 500 per lembarnya atau naik 100 poin (25%) dan diperdagangkan senilai lebih dari Rp 21.52 miliar. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.