Minggu, 26 Mei 2013 | 08:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Saham Alam Sutera Realty Jadi Top Foreign Sell
Headline
Ist
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Kamis, 19 April 2012 | 17:33 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Saham Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menjadi fop foreign sell mencapai 39,9 juta saham dari volume perdagangan 97 juta saham senilai Rp57,1 miliar.

Demikian mengutip data BEI, Kamis (19/4/2012). IHSG berakhir melemah 2,5 poin atau 0,06% ke 4.163,72 pada perdagangan Volume perdagangan 4,4 miliar saham senilai Rp3,9 triliun. IHSG mengalami net foreign sell Rp112,7 miliar.

Urutan kedua saham BKSL mencapai 32,8 juta saham dari volume perdagangan 195,9 juta saham. Urutan ketiga saham ADRO mencapai 25,7 juta saham dari volume 43,1 juta saham. Urutan keempat saham BTEL mencapai 21,1 juta saham dari volume 53,4 juta saham.

Sedangkan urutan kelima saham BHIT mencapai 13,2 juta saham dari volume 149,7 juta saham. Urutan keenam saham KLBF mencapai 11,3 juta saham senilai 16,9 juta saham. Urutan ketujuh saham BSDE mencapai 10,4 juta dari volume 82,4 juta saham.

Urutan kedelapan saham SIMP mencapai 9,2 juta saham dari volume 9,9 juta saham. Urutan kesembilan saham LPKR mencapai 9,1 juta saham dari volume 23,1 juta saham. Urutan kesepuluh saham PNBN mencapai 8,6 juta saham dari volume 11,5 juta saham.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.