Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 1 April 2015 | 20:09 WIB
Hide Ads

RUPSLB BTEL Setujui 'Non Prempetive Rights Issue'

Oleh : Agustina Melani | Kamis, 19 April 2012 | 11:41 WIB

Berita Terkait

RUPSLB BTEL Setujui 'Non Prempetive Rights Issue'
Direktur Utama BTEL Anindya Bakrie - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) memutuskan menyetujui untuk melakukan non prempetive rights issue 10% dari saham yang ada.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BTEL Anindya Bakrie, saat konfrensi pers, Kamis (19/4/2012). "Pada RUPSLB menyetujui BTEL untuk melakukan non prempetive rights issue 10% dari jumlah saham yang ada dengan harga Rp265 per saham. Itu berdasarkan peraturan Bapepam-LK 25 hari trading," ujar Anindya.

Anindya menambahkan, persetujuan pemegang saham tersebut dalam rangka akuisisi Sampoerna Telecom. Menurutnya, dana hasil aksi korporasi tersebut untuk mengembangkan jaringan perseroan. Selain itu, dana hasil non prempetive rights issue itu untuk mengurangi utang yang ada dan mengembangkan data ke depan.

Selain itu, dalam RUPSLB BTEL juga menyetujui pergantian direksi dan komisaris.

Sebelumnya, PT Sampoerna Telecom dan BTEL telah menandatangani penjualan bersyarat jual beli (conditional sale and purcase agreement) pada 13 Maret 2012. Tahapan merger diawali dengan Bakrie Telecom mengakuisisi 35% saham Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

Sampoerna masuk ke Bakrie Telecom lewat private placement. Bakrie Telecom akan merilis saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Bakrie Telecom akan merilis saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) maksimal 10 % dari total saham senilai Rp 900 miliar. Jumlah saham Bakrie Telecom saat ini tercatat 28,48 miliar saham. Dengan demikian porsi HMETD sebanyak 2,85 miliar saham. [cms]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.