INILAH.COM, New York - Bursa saham Wal Street melemah pada penutupan perdagangan Rabu (19/4/2012). Hal itu didorong aksi profit taking investor karena laporan kinerja IBM dan Intel.
Indeks Dow Jones turun 82,79 poin atau 0,63% ke level 13.032,75. Indeks S&P 500 turun 5,64 poin atau 0,41% ke level 1.385,14. Indeks Nasdaq turun 11,37 poin atau 0,37% ke level 3.031,45.
Saham Chesapeake Energy Corp turun 5,5% menjadi US$18,06 dan merupakan saham yang paling aktif diperdagangkan di bursa efek New York. Hal itu setelah laporan Reuters, CEO Chesapeake Energy Corp Aubrey McClendon tidak mengungkapkan pinjaman sebesar US$1,1 miliar atas tiga tahun terakhir terhadap kepemilikannya di ribuan perusahaan minyak dan sumur gas alam.
Saham IBM dan Intel Corp pun mengalami penurunan dalam indeks Dow Jones. Saham IBM turun 3,5% menjadi US$200,13, sedangkan saham Intel turun 1,8% menjadi US$27,95. Sedangkan indeks saham PHLX turun 0,9%."Baik Intel dan IBM telah menyebabkan investor mengambil aksi untung hari ini dan membuat investor kecewa untuk alasan yang berbeda," Michael Sheldon, Chief Market Strategist RDM Financial seperti dikutip dari yahoofinance.com.
Chief Investment Strategist Robert Baird and Co Bruce Bittles mengharapkan pasar terus melanjutkan penguatan. Namun, tren kuartal kedua indeks saham lebih rendah setelah naik kuat pada awal tahun.
Adapun saham yang mengalami pelemahan lainnya yaitu saham Berkshire Hathaway Inc turun 1,3% menjadi US$79,74 setelah CEO Berkshire Hathaway Warren Buffet mengatakan dirinya menderita kanker prostat.
Saham Yahoo Inc naik 3,2% menjadi US$15,49 setelah melaporkan pendapatan kuartal naik mendanai pertumbuhan pertama triwulanan Yahoo. Saham Halliburton Co naik 4,6% menjadi US$34,17 setelah perseroan menyatakan pendapatan dari Amerika Utara mencapai rekor tertinggi. Sebaliknya saham Genworth Financial Inc turun 23.85 menjadi US$5,87 setelah asuransi jiwa dan hipotek mendorong kembali melakukan penawaran umum perdana untuk unit Australia.
Adapun sekitar 80% perusahaan dalam S&P500 mencatatkan pendapatan melebihi perkiraan pasar, hingga kini baru 66 perusahaan yang menyampaikan laporan keuangan.