INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street pada perdagangan Rabu (18/4/2012) diperkirakan akan lebih rendah. Pasar makin menyimpulkan beberapa bank sentral tidak akan mengeluarkan stimulus lagi.
Pembahasan yang dilakukan Komite Kebijakan Moneter Bank of England tetap belum menemukan kata sepakat soal kebijakan pelonggaran kuantitatif. Demikian juga sinyal dari Bank Sentral Eropa yang menyatakan Spanyol harus berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi beban utang. Spanyol diharapkan tidak akan menggunakan fasilitas pinjaman di Long-Term Financing Operation (LTRO).
Dari laporan pendapatan perusahaan AS, pasar menunggu hasil kinerja kuartal pertama dari Yahoo dan IBM. Pasar juga mencermati saham Berkshire Hathaway, setelah pernyataan tentang Warren Buffet sebagai pemiliknya didiagnosa mengalami kanker prostat stadium satu. Selain itu, berita tentang perusahaan asal Swiss, Nestle yang akan membeli produk kebutuhan bayi, Pfizer senilai US$9 miliar.
Bursa saham Asia menguat seperti indeks Hang Seng naik 1,06%, indeks Nikkei naik 2,1%, indeks STI naik 0,4%, indeks Shanghai naik 1,9%, indeks Kospi naik 0,9%, indeks ASX naik 1,4%. Sementara bursa Eropa memerah seperti indeks FTSE turun o,1%, indeks DAX turun 0,8%, indeks CAC turun 1,5%, indeks Italy turun 2,3%, indeks Spain turun 3,1%, indeks Sweden 1,6%.