INILAH.COM, Jakarta – IHSG menguat tipis dan rupiah stagnan. Positifnya sentimen dari rilis kinerja emiten di AS terbebani oleh sentimen negatif dari Spanyol.
Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, cukup stabilnya pergerakan rupiah hari ini lebih ditopang oleh variatifnya sentimen global. Di satu sisi, bursa saham global yang rally cukup signifikan di tengah harapan berlanjutnya pemulihan ekonomi AS.
Pada saat yang sama, laporan keuangan dari beberapa emiten di AS juga cukup positif terutama dari perusahaan raksasa seperti Goldman Sachs. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah hanya bergerak dalam kisaran tipis dengan level terlemah 9.180 dan level terkuat 9.170 dari posisi pembukaan di level yang sama,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Kurs rupiah
di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (18/4/2012) ditutup stagnan pada level 9.175/9.180.
Di sisi lain, lanjutnya, pasar kurang optimistis dengan Uni Eropa jelang lelang obligasi Spanyol Kamis (19/4). Karena itu, masalah utang Spanyol masih akan menjadi fokus, terutama jelang lelang obligasi untuk tenor 10 tahun.
Pada Senin (16/4/2012) yield obligasi Spanyol sudah mencapai 6,2% untuk tenor 10 tahun. Hari ini, yield tersebut agak melandai ke angka 5,89%. Kondisi itu, diperparah oleh data terbaru dari Bank Sentral Spanyol yang menunjukkan kredit macet di negara itu naik menjadi 8,2%. Angka ini merupakan level tertinggi sejak Oktober 1994.
Selain itu, komentar Presiden Perancis Nicholas Sarkozy mengisyaratkan keinginannya untuk pelemahan nilai tukar euro. Sarkozy mengatakan, dia perlu berdiskusi dengan presiden European Central Bank (ECB) untuk membahas nilai tukar euro. "Sebab, penguatan euro yang terlalu signifikan dapat mengganggu kinerja eksportir Eropa," tutur Firman.
Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 79,638 dari sebelumnya 79,476. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat tipis ke US$1,3110 dari sebelumnya US$1,3127 per euro," imbuh Firman.
Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 8,87 poin (0,21%) ke angka 4.166,237. Artinya, indeks masih di bawah resistance 4.170-4.175. “Regionalnya sih terlihat tidak bermasalah. Tapi, tampak market kita engak pede banget,” imbuhnya.