INILAH.COM, Jakarta – Saham-saham di sektor perkebunan CPO dinilai sangat menjanjikan. Betapa tidak, harga komoditas ini diekspektasikan bisa tumbuh 20% dan rata-rata laba bersih sebesar 40% pada 2012.
Pada perdagangan Rabu (18/4/2012) saham PT Astra Agro Lestari (AALI) ditutup stagnan pada angka Rp23.200; PT London Sumatera Plantation (LSIP) turun Rp50 (1,63%) ke angka Rp3.000; PT BW Plantation (BWPT) bertahan pada angka Rp1.700; PT Sampoerna Agro (SGRO) betah di posisi Rp3.450; dan PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) naik Rp5 ke Rp295 per saham.
Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing mengatakan, hingga saat ini rata-rata saham di sektor perkebunan Crude Palm Oil (CPO) sudah naik 11% sejak awal 2012. Sektor ini, menurutnya, mencatatkan kenaikan terbesar ketiga setelah saham-saham di sektor properti dan sektor perdagangan.
Penguatan tersebut, lanjutnya, terkait dengan ekspektasi kenaikan penjualan maupun kenaikan harga CPO sendiri. “Kenaikan CPO ini, sebenarnya mengikuti kenaikan harga komoditas dunia seperti minyak dan batu bara,” katanya kepada INILAH.COM.
Hanya saja, kata Pardomuan, saham-saham di sektor batu bara sempat mendapat sentimen negatif dari wacana kenaikan pajak ekspor batu bara. “Kalau kita lihat, secara keseluruhan, pajak komoditas batu bara sebenarnya sebatas wacana belum jadi keputusan,” timpalnya.
Sayangnya, lanjut dia, wacana ini sudah direspon terlebih dahulu oleh pelaku pasar. Tapi, dirinya tidak melihat pajak itu akan diberlakukan juga untuk sektor CPO. “Kita tidak melihat ke arah itu. Sebab, kenaikan pajak ekspor batu bara pun, belum tentu juga diberlakukan. Rumornya, pemerintah batal menaikan pajak ekspor batu bara,” paparnya.
Pardomuan berekspektasi cukup baik atas harga komoditas baik pertambangan maupun perkebunan CPO untuk 2012. “Ekspektasi pertumbuhan laba bersih (bottom line) emiten di sektor CPO sebesar 44% untuk rata-rata 2012,” ungkap dia.
Sementara itu, untuk emiten-emiten di sektor batu bara, ekspektasinya masih cukup tinggi di atas 50%. Tapi, Pardomuan mengakui, sentimen-sentimen jangka pendek memang pasti mempengaruhi pergerakan sahamnya. “Namun, sampai akhir tahun kita melihat upside potential-nya masih besar,” tandas Pardomuan.
Itulah menurutnya, yang menjadi alasan mengapa saham-saham di sektor CPO menjadi target akumulasi beli dari para investor dan mengalami kenaikan 11%. “Untuk saham sektor pertambangan batubara baru mengalami penguatan sebesar 5%,” timpalnya.
Lebih jauh Pardomuan memperkirakan, sejak awal 2012 hingga akhir tahun, harga CPO bisa tumbuh sebesar 10-20%. Harga CPO Malaysia saat ini di angka RM3.506per ton.
Di sektor CPO, Pardomuan merekomendasikan positif saham-saham berdasarkan rangking besaran kapitalisasi pasarnya. Dengan urutan sebagai berikut: AALI dengan target harga Rp24.500 hingga akhir tahun ini.
Lalu, LSIP dengan target Rp3.250, BWPT dengan target harga Rp1.740, SGRO dengan target Rp3.650 dan UNSP dengan target Rp340. “Itulah saham-saham yang kita rekomendasikan. Saham-saham tersebut diurutkan berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar,” tandas Pardomuan.
Dia merekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut. Artinya, jika terjadi pelemahan, saham-saham tersebut bisa diakumulasi. “Ini lebih didasarkan pada fundamental. Tapi, kalau untuk trading jangka pendek bisa dikombinasikan dengan technical analysis,” imbuhnya.