Jumat, 24 Mei 2013 | 03:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Saham Batu Bara di Tengah 'Amukan Banteng'
Headline
inilah.com/Nury Sybli
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 18 April 2012 | 13:10 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Positifnya sentimen eksternal dan domestik diperdiksi membuat amukan banteng di bursa saham Indonesia. Speculative buy saham-saham batu bara!

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (18/4/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) menguat tipis 4,10 poin (0,10%) ke angka 4.161,467. Begitu juga dengan Lq45 yang naik 1,45 (0,21%) ke posisi 710,455.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, Dow Jones Industrial Index (DJI) naik 1,5% dan ditutup diatas resistance13.050. Ternyata, menurutnya, pasar lebih bereaksi terhadap hasil positif dari emiten di AS dibandingkan sentimen negatif dari perekonomian China.

Potensi kenaikan, kata Satrio, masih terlihat. Sebab, masih ada emiten-emiten di AS yang akan melaporkan kinerja keuangan untuk kuartal pertama 2012 pascapasar tutup. Antara lain, Intel, IBM, dan Yahoo. “Kinerjanya juga masih diatas ekspektasi,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Berita bagus ini, lanjut dia, masih ditambah adanya rumor, pemerintah Indonesia bakal membatalkan pengajuan pajak ekspor atas batubara. “Banteng sepertinya bakal benar-benar mengamuk,” ujarnya. Banteng merupakan ikon yang menggambarkan situasi pasar yang sedang menanjak alias bullish.

Dengan sentimen positif yang ada, Satrio memperkirakan, IHSG hari ini mencoba resistance di 4.170 – 4175. Kalau tembus, berarti IHSG bakal menguji 4.195-4.232 sekali lagi. “Jadi, kalau mau cari confirming bull signal, sepertinya kita harus menunggu penembusan resistance 4.232 untuk IHSG,” tandasnya.

Sementara itu, untuk Dow Jones butuh penembusan 13.300-13.350 untuk DJI. Tapi, lanjutnya, ada baiknya pelaku pasar punya posisi terlebih dahulu, sebelum resistance tersebut bisa ditembus. “Suport IHSG di 4.120–4.150. Hanya penembusan atas support tersebut yang membuat saya exit posisi jangka pendek,” imbuhnya.

Sebelumnya, Satrio sudah menyarankan untuk melakukan average down pada saham penambang batubara. “Jika rumor semalambenar,bahwa pemerintah bakal membatalkan usulan pajak ekspor atas komoditas ini, akan menjadi pemicu bagi rebound atas saham-saham batubara,” imbuhnya.

Di atas semua itu, Satrio merekomendasikan positif empat saham di sektor batu bara dan alat berat untuk bara. Saham-saham pilihannya adalah PT Harum Energy (HRUM), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Bukit Asam (PTBA),dan PT United Tractor (UNTR).“Saya rekomendasikan speculative buy saham-saham tersebut,” imbuh Satrio.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.