INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (18/4/2012) diperkirakan masih mengkonfirmasi bullish lemah di kisaran 4.130-4.180. Indeks masih akan diwarnai tekanan jual dari investor.
Demikian dikatakan analis saham AM Capital, Andre Mahardika, kemarin. Pada perdagangan kemarin menunjukkan tekanan beli sedikit lebih besar dari tekanan beli sebelumnya yang mengindikasikan IHSG masih berpotensi bulish lemah. Sedangkan dari tekanan jual IHSG mengkonfirmasi tekanan jual yang sedikit lebih kecil dari perdagangan sebelumnya.
"Ini mengindikasikan IHSG masih berpotensi bertahan di support 4.150 namun lemah dan ada kemungkinan jika tembus di bawah 4.150 IHSG akan menuju support 4.130," katanya.
IHSG kemarin berakhir menguat 10,7 poin atau 0,2% ke 4.157,37. Volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham senilai Rp3,7 triliun. Investor asing masih tercatat net sell hingga Rp232,9 miliar.
"Untuk besok (hari ini) saya menyarankan jangan terlalu aktif dulu. Pantau saham bluechip yang sudah jenuh jual seperti PTBA, ITMG, UNTR, UNVR," jelasnya.
Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham AALI, ASII dan LSIP. Untuk saham AALI, ke atas level 23.000 setelah mampu bertahan di atas area support 22.000. Saham AALI disarankan speculative buy dengan strong buy jika break di 23.750 dengan stoploss di 22.500.
Untuk saham ASII tampak bertahan di atas area support dan menguji resisten 74.800. Jika level ini mampu ditembus, ASII berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 78.650–79.650 dengan minor target sebelumnya di 76.000. Strategi saham ASII beli jika tembus 74.800 dengan stoploss di 72.800. Sedangkan saham LSIP telah mengalami koreksi sehat menuju level 3.125 dan berpotensi menguat lagi. Strategi saham LSIP beli dengan stoploss di 2.875.