INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengusulkan pembagian dividen 2011 sebesar 20%.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Gatot Suwandono, saat ditemui di kantornya, Senin (16/4/2012)."Usulan dividen 2011 sebesar 20%. Namun, usulan tersebut baru nanti diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diadakan lusa nanti," ujar Gatot.
Perseroan akan mengadakan RUPS dengan agenda laporan tahunan direksi termasuk rencana kerja perseroan tahun 2012, penetapan penggunaan laba perseroan tahun buku 2011, penetapan kantor akuntan publik, penetapan remunerasi gaji, dan perubahan susunan pengurus perseroan pada 18 April 2012. Gatot menambahkan, usulan dividen 20% tersebut juga mempertimbangkan capital adequacy ratio (CAR) perseroan. Saat ini, CAR perseroan diperkirakan sekitar 17%."Yang penting modal dulu," tutur Gatot.
Saat ditanya mengenai kredit kuartal pertama 2012, Gatot memang belum dapat menjelaskan lebih detil. Gatot menuturkan, secara year to date kredit perseroan ada kenaikan sekitar 0,7%. Namun, ia mengakui, ada penurunan redit cukup tinggi di korporasi sekitar Rp2 triliun pada Januari 2012 .
Hal itu dikarenakan PLN ada melunasi pinjaman. Pihaknya pun akan menjaga komposisi dana murah sekitar 60%-65% dari total dana pihak ketiga (DPK).
Terkait obligasi korporasi global perseroan, Gatot mengatakan, pihaknya telah mendapatkan ijin dari Bank Indonesia (BI) untuk menawarkan obligasi global pada semester pertama 2012.
Perseroan mencatatkan laba bersih (unaudited) menjadi Rp5,69 triliun pada 2011 dibandingkan tahun sebelumnya Rp4,1 triliun. Kenaikan laba bersih perseroan didukung dari pendapatan operasional selain bunga BNI dari Rp4,53 triliun pada 2010 menjadi Rp6,57 triliun pada 2011.
Pendapatan bunga bersih menjadi Rp12,35 triliun pada 2011 dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp11,39 triliun. [hid]