Selasa, 21 Mei 2013 | 17:13 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BEI: Ada 29 Emiten Terbitkan Obligasi
Headline
inilah.com
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Senin, 16 April 2012 | 15:47 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Penerbitan obligasi korporasi cukup marak pada 2012. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima 34 penerbitan obligasi dari 29 emiten pada semester pertama 2012.

"Ada 34 penerbitan obligasi dari 29 emiten yang sudah terbit dan masih diproses," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito, Senin (16/4/2012).

Sebelumnya Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito mengatakan, total penerbitan obligasi dalam pipeline BEI mencapai di atas Rp20 triliun.

Eddy menuturkan, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) akan menerbitkan obligasi minimal Rp2 triliun. Selain itu, PT Atlas Resources Energy Tbk (ARII) akan menawarkan obligasi minimal Rp1 triliun. Emiten perkebunan dan telekomunikasi pun diperkirakan akan menawarkan obligasi. Meski begitu, Eddy belum dapat menjelaskan lebih detil.

Adapun total penerbitan obligasi hingga kuartal pertama 2012 mencapai Rp64,78 triliun. Di mana penerbitan obligasi tersebut terdiri dari penerbitan obligasi korporasi dan sukuk mencapai Rp10,80 triliun dan obligasi pemerintah serta sukuk mencapai Rp53,98 triliun.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.