INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Senin (16/4/2012) diperkirakan akan sideways. Investor disarankan untuk mengambil posisi trading.
Yuganur Widjanarko, analis dari HD Capital mengatakan, IHSG awal pekan ini masih bergerak sideways dalam range sempit untuk meredakan keadaan jenuh beli. Namun seharusnya dengan melihat indikator harian dan mingguan, potensi breakout lebih besar dari breakdown, “IHSG akan bergerak di level support 4.110-4.055-4.010 dan resistance4.195-4.250-4.375,”ujarnya kepada INILAH.COM.
Selama sepekan, beberapa faktor negatif menjadi alasan pelaku pasar untuk melakukan profit taking. Seperti krisis hutang Spanyol dan melambatnya pertumbuhan China, serta rencana pengenaan pajak ekspor lebih tinggi untuk batubara dan bahan tambang. Selain pembatasan BBM untuk mobil dengan kapasitas 1300 cc ke bawah.
Namun, IHSG masih bisa bertahan tidak menembus level terendah mingguan di 4.110. Hal ini terkait kenaikan proyeksi laba emiten dan ekspektasi laporan keuangan kuartal pertama 2012, serta pembagian dividen dari beberapa emiten, yang masih menahan minat jual investor.
Di tengah trend IHSG yang masih sideways ini, Yuga merekomendasikan investor untuk memanfaatkan trading, namun potensi breakoutnya lebih besar daripada breakdown.
Salah satu saham pilihannya adalah Berau Energy (BRAU) dengan target harga Rp565. Menurutnya, penurunan yang terlalu tajam selama lima hari berturut--turut akibat pajak ekspor batubara yang sebenarnya masih wacana, membuat emiten batubara ini menarik untuk bargain hunting di daerah oversold,”BRAU berpotensi mengalami upward retracement ke price gap atas di Rp565,”katanya.
Saham jagoan lainnya adalah Astra International (ASII). Walapun sempat terdorong ke level terendah harian di Rp72.900, namun penutupan di atas harga tertinggi dua hari terakhir yakni Rp74.100, secara teknikal positif membuat indikator stochastic bersiap untuk crossing up, dengan trigger point di Rp74.700 yang akan membuat downtrend channel break hingga Rp.76.500.
Saham sektor properti juga menjadi pilihan Yuga, seperti Bukit Sentul (BKSL) dan Bakrieland (ELTY) dengan target harga masing-masing di Rp 315 dan Rp121 per lembarnya. [nat]