Selasa, 18 Juni 2013 | 12:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Awal Pekan, Ambil Posisi Trading
Headline
inilah.com/Ardy Fernando
Oleh: Th.Asteria
pasarmodal - Senin, 16 April 2012 | 04:53 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Senin (16/4/2012) diperkirakan akan sideways. Investor disarankan untuk mengambil posisi trading.

Yuganur Widjanarko, analis dari HD Capital mengatakan, IHSG awal pekan ini masih bergerak sideways dalam range sempit untuk meredakan keadaan jenuh beli. Namun seharusnya dengan melihat indikator harian dan mingguan, potensi breakout lebih besar dari breakdown, “IHSG akan bergerak di level support 4.110-4.055-4.010 dan resistance4.195-4.250-4.375,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Selama sepekan, beberapa faktor negatif menjadi alasan pelaku pasar untuk melakukan profit taking. Seperti krisis hutang Spanyol dan melambatnya pertumbuhan China, serta rencana pengenaan pajak ekspor lebih tinggi untuk batubara dan bahan tambang. Selain pembatasan BBM untuk mobil dengan kapasitas 1300 cc ke bawah.

Namun, IHSG masih bisa bertahan tidak menembus level terendah mingguan di 4.110. Hal ini terkait kenaikan proyeksi laba emiten dan ekspektasi laporan keuangan kuartal pertama 2012, serta pembagian dividen dari beberapa emiten, yang masih menahan minat jual investor.

Di tengah trend IHSG yang masih sideways ini, Yuga merekomendasikan investor untuk memanfaatkan trading, namun potensi breakoutnya lebih besar daripada breakdown.

Salah satu saham pilihannya adalah Berau Energy (BRAU) dengan target harga Rp565. Menurutnya, penurunan yang terlalu tajam selama lima hari berturut--turut akibat pajak ekspor batubara yang sebenarnya masih wacana, membuat emiten batubara ini menarik untuk bargain hunting di daerah oversold,”BRAU berpotensi mengalami upward retracement ke price gap atas di Rp565,”katanya.

Saham jagoan lainnya adalah Astra International (ASII). Walapun sempat terdorong ke level terendah harian di Rp72.900, namun penutupan di atas harga tertinggi dua hari terakhir yakni Rp74.100, secara teknikal positif membuat indikator stochastic bersiap untuk crossing up, dengan trigger point di Rp74.700 yang akan membuat downtrend channel break hingga Rp.76.500.

Saham sektor properti juga menjadi pilihan Yuga, seperti Bukit Sentul (BKSL) dan Bakrieland (ELTY) dengan target harga masing-masing di Rp 315 dan Rp121 per lembarnya. [nat]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.