INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal diperkirakan cenderung mixed pada perdagangan saham Senin (16/4/2012).
Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo menuturkan, IHSG cenderung mixed dengan kecenderungan melemah. Hal itu didorong koreksi indeks Dow Jones pada akhir pekan lalu akan memberikan sentimen terhadap indeks saham. Meski begitu, sentimen koreksi Dow Jones terhadap IHSG hanya jangka pendek saja.
Selain itu sentimen pemberitaan pajak ekspor sektor batu bara juga masih mempengaruhi indeks saham khususnya sektor batu bara."Saham sektor batu bara masih ada tekanan jual tetapi tekanan jualnya tidak terlalu banyak," ujar Satrio saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (15/4/2012).
Satrio menuturkan, IHSG akan berada di level support 4.120 dan 4.150 dan level resistance 4.175 dan 4.195. Penutupan IHSG di level 4.195 pada pekan lalu, Satrio menilai cukup baik karena ditutup di atas resistance 4.150 sehingga akan memberikan sentimen indeks saham pada Senin besok. Menurut Satrio, kemungkinan sentimen eksternal yang paling mempengaruhi yaitu perkembangan dari China. Pelaku pasar dinilai cenderung fokus memperhatikan perkembangan dari Cina.
Sementara itu, Analis Senior PT HD Capital Tbk Yuganur Widjanarko mengatakan, IHSG masih bergerak sideaways dalam range sempit untuk meredakan keadaan jenuh beli. IHSG akan berada di level suppor 4.110-4.010 dan level resistance 4.195-4.250-4.375. Sedangkan Analis PT Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto menuturkan, pada perdagangan saham Senin (16/4), secara teknikal indeks diperkirakan mixed dengan kecenderungan menguat. IHSG berada di kisaran 4.125-4.171. Data ekonomi Amerika Serikat seperti data inflasi dapat memberikan sentimen terhadap indeks saham.
Untuk rekomendasi saham pada Senin besok, Jansen merekomendasikan saham untuk day trading seperti saham PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP), saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan saham Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Satrio menuturkan, sektor saham perbankan, semen, kontruksi dan semen dapat menjadi pilihan pelaku pasar. Pelaku pasar dinilai akan mencari sektor saham yang menjadi favorit selain sektor saham batu bara. Adapun saham yang dapat menjadi pilihan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), saham PT London Sumatera Tbk (LSIP), saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI)."Saya merekomendasikan buy on weakness saham ASII dan GGRM," ujar Satrio.
Sedangkan Yuganur merekomendasikan untuk buy saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), saham PT Bukit Sentul Tbk (BKSL), saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan saham ASII.