INILAH.COM, Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menargetkan peningkatan rata-rata produksi migas sebesar 140% menjadi 40 ribu barel barel per hari, untuk tahun ini.
Direktur Utama Energi Mega Persada Imam Agustino mengungkapkan, kenaikan ini didorong oleh tambahan produksi migas dari Blok Offshore North West Java (ONWJ) PSC yang baru saja diakuisisi perseroan, produksi gas dari Lapangan Terang di Kangean PSC dan produksi gas dari beberapa lapangan di Blok Bentu PSC Riau, Sumatera.
"Kami berharap dapat merealisasikan peningkatan produksi rata-rata yang signifikan sebesar 140 persen, menjadi 40 ribu barel ekuivalen per hari tahun 2012," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (14/4/2012). Pada tahun 2011, perseroan menghasilkan produksi gas rata-rata sebesar 27% menjadi 16.700 barel ekuivalen per hari.
Ia melanjutkan, volume gas dari lapangan gas Terang di Blok Kangean PSC memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi perseroan dalam 24 bulan ke depan. “Sebagian besar dari tambahan produksi migas tahun ini berasal dari lapangan gas Terang ini,” ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan produksi gas hingga 140% tersebut, perseroan juga telah mendatangkan kapal Floating Production Unit (FPU) ke lokasi lapangan gas lepas Pantai Terang, yang merupakan bagian dari Blok Kangean PSC di Jawa Timur.
FPU ini telah menyelesaikan seluruh persiapan yang diperlukan di Galangan Kapal Sembawang, Singapura, sebelum memulai pelayarannya ke lokasi blok Kangean PSC. “FPU ini merupakan bagian terakhir dari beberapa komponen yang diperlukan untuk memfasilitasi produksi gas sebesar 300 juta kaki kubik per hari dari Lapangan Terang pada bulan Juni 2012,” paparnya.
Blok Kangean PSC, yang terletak di Jawa Timur dan pada saat ini dioperasikan oleh Kangean Energy Indonesia Limited, memiliki jumlah cadangan terbukti dan terukur sebesar 9,6 juta barrel minyak dan 1,3 triliun kaki kubik gas. Blok Kangean PSC dimiliki 50% oleh Energi Mega Persada melalui beberapa anak usahanya, sebesar 25% dimiliki oleh grup Mitsubishi (Jepang) dan 25% oleh Grup Japex (Jepang).