INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (13/4/2012) ditutup menguat 30 poin (0,32%) ke angka 9.135/9.145 dari sebelumnya 9.165/9.175.
Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, penguatan rupiah hari ini terbawa arus oleh sentimen positif di pasar dunia baik pada pasar valuta maupun bursa saham dunia di sesi pagi hingga siang. Penguatan, menurutnya, dipicu oleh mulai meredanya kecemasan pasar terhadap yield obligasi pemerintah di Uni Eropa terutama Italia dan Spanyol untuk tenor 10 tahun.
Karena itu, kata Daru, rupiah ditutup pada level terkeuatnya hari 9.135. "Sepanjang perdagangan rupiah sempat melemah ke 9.180 dari posisi pembukaan 9.165 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (13/4/2012).
Dia menjelaskan, pasar terobati oleh anggota dewan eksekutif European Central Bank (ECB) yang menyatakan, program pembelian obligasi masih tetap menjadi opsi bank sentral Eropa. "Karena itu, untuk jangka panjang, Bank Sentral Eropa akan terus menjalankan Quantitative Easing (QE) versi Eropa. Bentuknya adalah pembelian aset-aset obligasi," paparnya.
Kondisi itu, dia menegaskan, memicu kekuatan sehingga orang berani untuk kemabli menaruh posisinya pada mata yang lebih berisiko.
Di sisi lain, dolar AS mengalami penurunan sehingga memperkuat mata uang utama lain terhadap dolar AS. "Sebab, angka klaim pengangguran AS mingguan, di luar perkiraan melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2012," imbuhnya.
Kondisi ini, kata dia, menekan performa dolar AS. "Klaim pengangguran AS naik jadi 380 ribu dari ekspektasi 355 ribu dan angka pekan sebelumnya 367 ribu. Begitu juga dengan Producer Price Index (PPI) yang turun," timpal Daru.
Tapi, pada akhirnya, dolar AS kembali menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) seiring rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) China yang anjlok ke 8,1% pada kuartal I-2012 dari kuartal sebelumnya 8,9% dan eksepktasi 8,3%.
Indeks dolar AS menguat ke 79,46 dari sebelumnya 79,32. "Terhadap euro, dolar AS menguat ke angka US$1,3158 dari sebelumnya US$1,3187 per euro," imbuh.