Sabtu, 25 Mei 2013 | 16:06 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Peringatan Tsunami Pacu Minat pada Aset Aman
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Jumat, 13 April 2012 | 06:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Jumat (13/4/2012) diprediksi melemah. Salah satunya dipicu menguatnya permintaan aset aman akibat peringatan Tsunami.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi pelemahan rupiah hari ini salah satunya dipicu oleh efek Tsunami dua hari lalu yang memicu peningkatan peringatan Tsunami atau force major lain yang ditimbulkannya. Secara historis, menurut Christian, kondisi ini memicu permintaan aset yang relatif aman (safe haven) sekaligus menjadi tekanan negatif bagi rupiah.

Apalagi, lanjut Christian, terkena efek peringatan Tsunami bukan hanya Banda Aceh, melainkan sebagian besar pesisir laut India. Pelaku pasar cenderung beralih dari mata uang Asia ke aset yang lebih aman terutama emas. "Yang jelas, peringatan Tsunami cukup mendukung arus capital outflow sehingga jadi tekanan negatif bagi rupiah," katanya kepada INILAH.COM.

Dia menegaskan, rupiah cenderung melemah dalam kisaran 9.200-9.160 per dolar AS. Hanya saja, potensi rebound rupiah juga masih ada seiring peluang penguatan pada bursa saham. "Dengan dimulainya musim laporan pendapatan di AS, setelah Alcoa melaporkan laju laba bersih yang positif, IHSG bisa menguat akhir pekan ini sehingga berimbas positif ke rupiah," imbuhnya.

Masalahnya, kata dia, kemarin sere, pasar menunggu laporan pendapatan dari Google yang dirilis semalam. Angkanya sudah diperkirakan menurun ke bawah rata-rata estimasi. "Karena itu, sentimen untuk bisa cukup variatif," ujarnya.

Lalu, pasar juga akan bergeser ke sentimen dari inflasi AS yang dirilis semalam. "Semalam, AS merilis indeks harga produsen yang sudah dirediksi naik ke 3,1% dari sebelumnya 3%," paparnya.

Jika memang dirilis cukup tinggi, data tersebut, masih menunjang berkurangnya peluang Quantitative Easing (QE) sehingga hot money tetap keluar dari emerging market termasuk Indonesia. "Karena itu, penguatan rupiah peluangnya jadi tipis hari ini," imbuh Christian.

Kecuali, jika Google ternyata melaporkan laba bersih di atas perkiraan. Rupiah pun bisa mengalami technical rebound. "Tapi, jika tidak ada kejutan dari Google, rupiah justru masih melanjutkan pelemahan menuju area 9.200 per dolar AS," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Kamis (12/4/2012) ditutup melemah 6 poin (0,06%) ke 9.174/9.184 per dolar AS.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.