Sabtu, 23 Agustus 2014 | 06:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Salip AS, China Jadi Pasar Grosir Terbesar Dunia
Headline
IST
Oleh: Charles MS
pasarmodal - Rabu, 4 April 2012 | 10:43 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - China menyalip Amerika Serikat sebagai pasar grosir terbesar di dunia pada tahun 2011, menurut penelitian baru dari United Kingdom.

Mengutip laman CNBC.com, sektor grosir China senilai US$970 miliar (607 miliar pound) pada akhir 2011, sementara pasar AS mencapai US$913,5 miliar (572 miliar pound), penelitian oleh analis industri makanan IGD menunjukkan.

Angka tersebut diperoleh saat inflasi harga makanan naik selayaknya pertumbuhan ekonomi yang cepat di China, di mana sekarang negara ekonomi terbesar kedua dunia ini tercatat sebagai negara terpadat penduduknya. Analis percaya kesenjangan antara pengeluaran konsumen China dan Amerika pada bahan makanan akan semakin jauh selama beberapa tahun berikutnya, dengan pasar untuk bahan makanan di China yang mencapai 918 miliar pound pada tahun 2015.

Lompatan telah didorong oleh inflasi harga makanan akbiat pertumbuhan ekonomi, sebagaimana komoditi lunak seperti gandum yang melonjak akibat respons terhadap meningkatnya permintaan dari China dan pasar negara berkembang lainnya. China sedang berubah dari diet berbasis di sekitar beras dan daging babi untuk merangkul produk susu, gandum, biji-bijian, daging merah dan putih, yang telah membantu meningkatkan harga di seluruh dunia. Empat negara BRIC yaitu Brasil, Rusia, India dan China diperkirakan membuat empat dari lima kelontong pasar pada tahun 2015.

Perkiraan memperhitungkan perlambatan yang signifikan dari pertumbuhan ekonomi yang cepat di China. Kekhawatiran tentang pertumbuhan yang lebih buruk dari yang diperkirakan di produk domestik bruto China, yangmana pemerintah China memprediksi akan maik 7,5% di 2012, turun dari 9,2% tahun lalu, telah menjadi agenda pasar lagi.

Upah harus terus tumbuh lebih cepat daripada inflasi, sebagaimana pemerintah China telah mencoba untuk meredam inflasi atas biaya perlambatan pertumbuhan. "Meskipun melambat, langkah-langkah untuk merangsang konsumsi domestik China memberikan kesempatan bagi pengecer. Sebagai contoh, upah lebih tinggi bisa meningkatkan pendapatan dan meningkatkan jumlah pelanggan potensial," ujar Cecile Riverain, Manajer Riset internasional IGD.

"Consumer goods raksasa seperti Unilever dan Procter & Gamble telah mampu mendorong kenaikan harga sebanyak dua digit dan masih mempertahankan pertumbuhan volume di China, sementara kenaikan harga telah menghantam pertumbuhan volume mereka di pasar Barat," kata Rahul Sharma, analis ritel Neev Capital.

"Ada benar-benar kekuatan harga yang jauh lebih besar di Asia daripada di Barat," katanya kepada CNBC.com. "Konsumen sedang mengalami masa jenuh dan sedang beralih ke merek yang lebih baik."

Dia menambahkan bahwa merek Barat umumnya well-trusted di China, yang telah melihat sejumlah skandal keselamatan makanan dalam beberapa tahun terakhir.

Makanan cepat saji pengecer Barat juga dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya jumlah orang-orang China yang makan di luar, menurut Sharma. Kentucky Fried Chicken banyak hadir di China daripada makanan cepat saji pesaingnya McDonalds.

Peritel global Walmart, Tesco, dan Carrefour sedang mencoba merangkul konsumen China yang sedang berkembang, dengan hasil yang beragam sejauh ini.

Konsumen China, banyak berbelanja di pasar basah, pasar makanan segar tradisional, ingin memiliki makanan segar dan harganya masih sangat murah, menurut Sharma. "Itu benar-benar pengecer lokal yang melakukan yang terbaik," katanya. "Ada fokus besar pada harga dan pengecer harus meyakinkan konsumen China bahwa mereka tidak terlalu mahal."

Jaringan internasional akan membuka sekitar 2.700 toko di China selama empat tahun, menurut IGD. 'Ada yang signifikan untuk mengatasi rintangan, paling tidak proses hukum sering lambat dan sulit, tetapi mengamankan laba atas investasi adalah bagian paling menantang bagi pengecer global,: kata Riverain.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.