INILAH.COM, New York - Bursa Wall Street mixed pada perdagangan Kamis (29/3/2012), setelah klaim pengangguran AS turun menjadi 359.000 di pekan lalu, dengan hasil yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan.
Indeks Dow Jones ditutup naik 19,61 poin atau 0,15% menjadi 13.145,82. Indeks S&P 500 ditutup turun 2,26 poin atau 0,16% ke level 1.403,28. Indeks Nasdaq turun 9,60 poin atau 0,31% ke level 3.095,36.
"Sulit untuk mengambil tindakan harga saham pada akhir kuartal ini. Orang-orang membeli saham untung, dan klaim data mempengaruhi sentimen bursa saham, ini menunjukkan bursa saham kita masih bagus. Itu cukup membuat investor senang," ujar Nicholas Colas, Chief Market Strategist ConvergEx Group seperti dikutip dari yahoofinance.com.
Adapun saham yang mendorong kenaikan indeks utama Amerika Serikat antara lain saham Coca-Cola Co naik 1,6% ke level US$73,81 setelah mencapai level tertetingginya dalam 52 minggu baru ke level US$74,39. Sementara itu, indeks S&P sektor keuangan mencatatkan penurunan 1%. Saham Wells Fargo and Co turun 1,5% menjadi US433,94.
Saham Best Buy Co Inc turun hampir 7% menjadi US$24,77. Saham Red Hat Inc naik 19,5% menjadi US$61,43. Sedangkan di sektor ritel, saham Fossil Inc naik 0,8% menjadi US$133,67.
Data ekonomi yang mempengaruhi indeks saham, yaitu pendapatan rumah tangga Amerika Serika tumbuh lebih cepat pada kuartal keempat dari perkiraan sebelumnya yang dapat membantu mendukung pengeluaran kuartal ini. Beberapa analis mencari sebab alasan bursa saham mengalami penurunan menjelang kuartal kedua setelah bursa saham menguat.
Dengan demikian diperkirakan investor sedang mencari konfirmasi bahwa perekonomian tidak melambat. Selain itu, klaim penggangguran Amerika Serikat mengalami penurunan.
Volume perdagangan saham sekitar 6,80 miliar saham diperdagangkan di bursa saham New York, Nasdaq dan American Stock Exchange. Saat ini volume rata-rata harian saham sekitar 6,83 miliar saham. [hid]