Minggu, 23 November 2014 | 16:32 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gelombang Demonstrasi BBM, Akankah IHSG Rontok?
Headline
Presiden dan pendiri PT Astronacci Internasional Gema Goeyardi - inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 27 Maret 2012 | 13:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Gelombang demonstrasi menolak penaikan harga BBM sudah mulai mengepung Ibu Kota. Kondisi serupa terjadi di kota-kota di berbagai daerah. Akankah IHSG rontok?

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (27/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 24,24 poin (0,60%) ke angka 4.055,941. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 4,85 poin (0,70%) menjadi 699,952.

Presiden dan pendiri PT Astronacci Internasional Gema Goeyardi mengatakan, sejak dua pekan lalu siklus bullish IHSG yang terjadi dalam 1 pekan terakhir sudah diprediksi. Siklus tersebut sudah dapat dilihat berdasarkan pergerakan planet yang terjadi pada akhir Maret 2012.

Menurutnya, berdasarkan siklus Astrologi yang akan terjadi hingga akhir pekan ini seperti Sun Square Pluto, Moon Declination, dan Third Quarter Moon, seharusnya trend bullish masih mengiringi perjalanan pasar saham global. “Kondisi itu, tentu, akan berdampak positif ke Indonesia,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (27/3/2012).

Namun, kata dia, saat ini pasar dihadapkan pada salah satu masalah yang cukup sensitif yakni penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu demonstrasi penolakan. “Pertanyaan dari hampir seluruh investori adalah, akankah IHSG crash?” ujarnya.

Berdasarkan siklus waktu saat ini, lanjut Gema, IHSG masih akan bergerak dalam formasi bullish di atas moving average dan membentuk puncak (tiba di resistance) pada 28-30 Maret 2012. “Harga masih bullish dengan bergerak di atas Exponential Moving Average (EMA) 13 dan 34 hari serta diikuti oleh formasi Higher-high dan Higher-low,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, target kenaikan IHSG berikutnya masih tetap berada pada 4.080-4.100. Dia memperkirakan, saham perbankan berpeluang naik hari ini diikuti dengan beberapa saham second liner lainnya. “Untuk hari ini seharusnya saham-saham yang sideways sudah harus naik. Apabila masih diam silahkan lakukan penjualan terlebih dahulu pada sesi dua ini,” tutur Gema.

Sementara itu, soal penaikan harga BBM dan pengaruhnya pada pergerakan IHSG, Gema melihat kembali sejarah kenaikannya sejak era pemerintahan Presiden Yudhoyono.

Sejak 2003, terdapat beberapa kali kenaikan harga BBM yakni 1 Maret 2005 di mana harga Premium naik dari Rp1.810 menjadi Rp2.400; 1 Oktober 2005, harga Premium naik dari Rp2.400 menjadi Rp4.500; 24 Mei 2008, harga Premium naik dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 dan pada 2009 harga Premium diturunkan kembali menjadi Rp4.500.

Bagaimana dampak kenaikan 3 kali harga BBM terhadap IHSG? Menurut Gema, berdasarkan data historis di atas, pasar dapat melihat bahwa dari 3 kali kenaikan harga BBM, 2 di antaranya tidak menyebabkan IHSG terjatuh yakni pada tahun 2005.

Sedangkan kenaikan BBM tahun 2008, lanjutnya, direspon negatif oleh pasar karena pada saat itu seluruh dunia dilanda krisis finansial global. IHSG sendiri terimbas negatif oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang jauh di bawah level sekarang. “Pada saat yang sama inflasi 2008 memasuki area double digit,” kata Gema menjelaskan.

Kondisi itu, lanjutnya, sangat kontras dibandingkan dengan sekarang yang hampir memasuki tahap deflasi. Saat itu, score sementara adalah 2 bullish versus 1 bearish.

Bagaimana dengan saat ini? Menurut dia, dapat diasumsikan bahwa mitos kenaikan harga BBM menyebabkan pasar crash tidak mutlak benar. “Berdampak itu pasti, namun kami melihat dampaknya hanya sementara,” timpalnya.

Gema menegaskan, IHSG masih berpeluang bertahan dalam tren bullish dan menuju ke area resistance berikutnya pada 4.080-4.100 dalam 3 hari ke depan. “Beberapa siklus Astrologi yang akan terjadi minggu ini akan menghantar IHSG menemui puncak barunya. Profit taking dapat dilakukan pada tanggal 29-30 Maret 2012,” tandasnya.

Di atas semua itu, Gema merekomendasikan strategi trading sebagai berikut. Dia memperkirakan, saham lapis dua dan sektor perbankan berpeluang menjadi penggerak index hari ini.

Direkomendasikan untuk mencermati beberapa saham seperti PT AKR Corporindo (AKRA), PT Lippo Cikarang (LPCK), PT Bukit Sentul City (BKSL), PT Mitra Adi Perkasa (MAPI), PT Panin Life (PNLF), PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan PT Barito Pacific (BRPT).

“Apabila saham-saham yang cenderung bergerak sideways dan telah berada di area support, belum bergerak hingga pertengahan sesi dua, Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan penjualan sebagian,” imbuh Gema.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.