INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Asia, Selasa (27/3/2012) pagi, menguat mengikuti kinerja positif di bursa Wall Street yang terdorong oleh komentar Chairman The Fed Ben Bernanke mengenai sinyal suku bunga rendah di AS.
Sebelumnya, di hadapan National Association for Business Economics, Bernanke menyatakan ada "Puzzle" (teka-teki) dalam perekonomian AS. Puzzle yang ia maksud merujuk pada kondisi lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang tidak selaras.
Saat ini, AS mengalami pertumbuhan lapangan kerja yang pesat sehingga tingkat pengangguran menurun drastis. Seharusnya, perbaikan di sektor lapangan kerja itu diikuti oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat karena tingkat pengangguran turun. Yang terjadi sebaliknya, tingkat pengangguran turun, tetapi pertumbuhan ekonomi tetap lamban. Itulah mengapa Bernanke menyebutnya sebagai Puzzle.
Kondisi demikian menyebabkan The Fed mempertahankan kebijakan uang longgar (easy-money). Kebijakan The Fed dalam bentuk pembelian obligasi pemerintah di pasar bebas ini dilakukan untuk membantu meningkatkan persediaan uang. Peningkatan persediaan uang akan menurunkan tingkat bunga kredit yang kemudian akan merangsang investasi.
Mengutip CNBC.com, CNBC FTSE Asia 100, tercatat naik 1 persen. Di Australia, S&P/ASX 200 indeks, naik 1 persen pada perdagangan awal setelah turun 7,5 poin ke level 4.262,801 kemarin. Di Selandia Baru indeks NZX 50 indeks naik 0,4 persen ke level 3.484,6.
Indeks Nikkei di bursa Tokyo dibuka naik 1,34 persen ke level 10.152,90, sementara Topix naik 1,24 persen menjadi 862,36. Kurs yen yang melemah terhadap euro dan dolar juga diperkirakan akan mendukung saham di bursa Tokyo, yang mengalami sedikit koreksi akhir pekan lalu. di bursa Korsel, indeks KOSPI naik 1,2% setelah kemarin ditutup turun 0,38 persen ke level 2.019,19.