Minggu, 26 Mei 2013 | 03:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Detik-detik Harga BBM Naik, IHSG Tembus 4.100?
Headline
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 27 Maret 2012 | 09:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Dalam hitungan hari, penaikan harga BBM bersubsidi bakal direalisasikan. Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun terkena imbas negatifnya. Tapi, IHSG justru diprediksi menanjak. Lho?

Pada perdagangan Senin (26/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 9,85 poin (0,24%) ke angka 4.031,705 dengan intraday tertinggi 4.061,144 dan terendah 4.011,933. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 1,70 poin (0,24%) ke angka 695,107.

Analis dari Asosiasi Ananlis Efek Indonesia (AAEI) Ukie Jaya Mahendra memperkirakan, indeks saham domestik menguat hingga akhir pekan ini. “Jika perdagangan bursa Dow Jones dan Eropa membaik, hingga akhir pekan, IHSG berpotensi membentuk level tertinggi baru yakni resistance pertama 4.065 dan resistance kedua 4.100,” katanya kepada INILAH.COM.

Sementara itu, support indeks berada di level 4.000. Dia menjelaskan, secara teknikal dan fundamental, level 4.100 berpeluang ditembus hingga akhir pekan ini.

Optimisme itu, kata Ukie, salah satunya dipicu oleh kembali kuatnya kebangkitan sentimen beli pada bursa saham Indonesia. Lihat saja, saham penggerak indeks PT Astra Internasional (ASII) mulai menanjak dan membawa indeks ke teritori positif akhir pekan lalu. Begitu juga dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Negara Indoensia (BBNI).

Memang, pekan lalu pasar secara umum masih flat dengan penguatan 0,13% pada IHSGdan melemah 0,24% pada awal pekan ini. Begitu juga dengan bursa Eropa yang masih melemah karena kecemasan perlambatan China dan awal pekan ini menguat. “Tapi hingga akhir pekan, IHSG secara umum masih berada dalam tren yang positif,” paparnya.

Dia menjelaskan, akhir pekan lalu, investor asing masih net buy sebesar Rp300 miliar.Begitu juga dengan posisi asing pada awal pekan ini yang net buy sebesar Rp336,9 miliar. Selama Maret, net buy asing sudah mencapai Rp6 triliun. “Jadi, saya pikir market masih bagus,” kata Ukie menegaskan.

Sementara itu, faktor penaikan harga BBM dan target inflasi 6-7% dinilai Ukie tidak akan berefek jauh pada pergerakan IHSG. “Memang daya beli akan berkurang, tapi pasar percaya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kuat,” timpalnya.

Justru menurutnya, dengan penghematan subsidi BBM sebesar Rp40 triliun, bisa dialihkan ke sektor infrastruktur. Dana sebesar itu, juga bisa digunakan untuk menurunkan pajak baik impor maupun ekspor sehingga berefek baik pada pertumbuhan ekonomi. “Dari sisi ini, justru positif sentimennya,” ucapnya.

Hanya saja, Ukie tak bisa menampik, pada kenyataannya indeks terancam koreksi. Hanya saja, seberapa besar peluang koreksi tersebut, masih harus dilihat setelah penaikan harga BBM direalisasikan. “Sebab, ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik,” timpalnya.

Pada saat yang sama, menurutnya, sisa laporan keuangan untuk kuartal IV-2011 yang akan keluar akhir Maret ini, juga akan jadi pemicu pergerakan indeks.

Di atas semua itu, hingga akhir pekan, Ukie rekomendasikan positif saham PT Astra Internasional (ASII) dan PT Gudang Garam (GGRM) yang sudah siap rebound. Lalu, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Jasa Marga (JSMR), dan PT Bumi Serpong Damai (BSDE). “Saya rekomendaiskan buy on weakness saham-saham tersebut. Sebab, secara teknikal dan fundamental semuanya masih oke,” imbuh Ukie.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.