Rabu, 22 Oktober 2014 | 01:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pasar Ingin Pastikan Penguatan Ekonomi AS
Headline
IST
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 26 Maret 2012 | 18:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – IHSG melemah tapi rupiah justru sebaliknya. Pasar mencermati detik-detik penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan konfirmasi penguatan ekonomi AS.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, penguatan rupiah hari ini lebih dipicu oleh intervensi pasar yang dilakukan Bank Indonesia setelah mata uang RI ini tembus level psikologis 9.200.

Itulah menurutnya, yang jadi alasan indeks dolar AS menguat tapi justru melemah terhadap rupiah. "Karena itu, rupiah sempat mencapai level terkuatnya 9.163 per dolar AS setelah mencapai level terlemahnya 9.204 dari posisi pembukaan 9.180,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (26/3/2012).

Kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Senin (26/3/2012) ditutup menguat 19 poin (0,20%) ke level 9.173/9.183 dari sebelumnya 9.192/9.202.

Lebih jauh Christian menjelaskan, secara keseluruhan sebenarnya belum ada perubahan sentimen karena memang pada bursa regional nilai tukar rupiah masih terkonsolidasi. "Pasar masih menunggu bukti-bukti lebih lanjut dari ekonomi AS untuk memberikan indikasi penguatan lebih lanjut," ujarnya.

Data-data yang ditunggu pekan ini antara lain adalah Pending Home Sales yang akan dirilis nanti malam. Lalu, laporan indeks harga rumah dan laporan tingkat kepercayaan konsumen dan pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke besok. Lalu, pada Kamis (29/3/2012) AS juga akan merilis laporan pertumbuhan domestik bruto (PDB).

Pasar juga, kata dia, menanti berbagai komentar dari para petinggi Bank Sentral AS, The Fed akhir pekan ini.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,39% ke level 79,88 dari posisi akhir pekan lalu 79,70. "Terhadap euro, dolar AS juga ditransaksikan menguat 0,46% ke posisi US$1,3205 dari sebelumnya US$1,3268 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) sebesar 9,85 (0,24%) ke angka 4.031,705, menandakan posisi indeks masih sama dengan posisi awal pekan lalu. “IHSG terperangkan pada kisaran support 4.000 dan resistance 4.065,” ujarnya.

Dia menjelaskan, jika tembus 4.000 IHSG bakal melorot ke 3.750-3.900, dan jika tembus 4.065 berarti melaju ke resistance 4.150-4.200. “Itulah kondisi pasar saat ini terlepas dari faktor pekan depan di mana masyarakat sudah mendapatkan harga baru Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.