INILAH.COM, Jakarta - PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) sedang membangun pabrik penggilingan semen (cement mill) baru dengan kapasitas 1,9 juta ton per tahun di Citeureup.
Demikian mengutip materi Public Expose yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (26/3/2012). Kebijakan tersebut untuk mengantisipasi tingginya permintaan domestik.
Total konsumsi semen domestik sepanjang 2011 mencapai 48,0 juta ton, tumbuh sebesar 17,7% dibandingkan 2010 dengan volume 40,8 juta ton. Permintaan domestik saat ini dan masa depan akan tumbuh positif. Apalagi dengan adanya pembangunan infrastruktur yang akan menarik masyarakat untuk membangun di sekitar proyek infrastruktur. Hal ini akan memicu efek bola salju pada peningkatan konsumsi domestik.
Peseroan dalam rencana tahap akhir untuk membangun pabrik semen pada lokasi yang sudah ada (brown-field) dengan kapasitas produksi 4,4 juta ton per tahun di daerah Citeureup.
Selain itu, perseroan juga sedang melakukan studi akhir untuk membangun dua pabrik semen baru (green-field) dengan kapasitas produksi masing-masing 2-2.5 juta ton per tahun, satu di Jawa Tengah dan yang lainnya di luar Jawa.
Proses pembebasan lahan yang telah disetujui oleh DPR pada Desember 2011 untuk mendukung kepastian proyek infrastruktur, akan segera dimulai. Dalam jangka panjang, industri semen akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan investasi pada proyek infrastruktur.
Dampaknya, perseroan mengalami pertumbuhan yang sangat positif di dua bulan pertama 2012 sebesar 19,4% dibanding Februari 2011 lalu.