Minggu, 21 Desember 2014 | 05:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Saham Bakrieland Jadi Top Volume Hari Ini
Headline
IST
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Kamis, 15 Maret 2012 | 16:40 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menjadi top volume hari ini mencapai 292,9 juta saham senilai Rp38,3 miliar sebanyak 2.001 kali transaksi.

Demikian mengutip data BEI, Kamis (15/3/2012). IHSG ditutup melemah 14,3 poin atau 0,3% ke 4.039,98. Volume perdagangan mencapai 3,6 miliar saham senilai Rp4,05 triliun. IHSG mengalami net foreign buy hingga Rp720,8 miliar.

Urutan kedua saham ASRI mencapai 215,1 juta saham senilai Rp130,5 miliar. Urutan ketiga saham LPKR mencapai 159,4 juta saham senilai Rp112,7 miliar. Urutan keempat saham MDLN mencapai 150,8 juta saham senilai Rp68,7 miliar.

Urutan kelima saham BHIT mencapai 143,2 juta saham senilai Rp40,1 miliar. Urutan keenam saham ENRG mencapai 136,9 juta saham senilai Rp25,7 miliar. urutan ketujuh saham TRAM mencapai 118,8 juta saham senilai Rp112,1 miliar.

Sedangkan urutan kedelapan saham KIJA mencapai 109,6 juta saham senilai Rp21,2 miliar. Urutan kesembilan saham DEWA mencapai 105,01 juta saham senilai Rp9,7 miliar. Urutan kesepuluh saham RICY mencapai 85,3 juta saham senilai Rp18,7 miliar.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.