Find and Follow Us

Sabtu, 23 November 2019 | 03:36 WIB

Situasi Yunani Masih Tekan Rupiah

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 12 Maret 2012 | 17:30 WIB
Situasi Yunani Masih Tekan Rupiah
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antarbank Jakarta, Senin (12/3) ditutup melemah 20 poin (0,21%) ke level 9.150/9.165 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu 9.130/9.140.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, rupiah tidak banyak mengalami pergerakan hari ini karena pasar masih mencerna situasi terakhir di Yunani. Yunani telah mencapai kesepakatan untuk merestrukturisasi utangnya.

Tapi, lanjut Firman, karena klausul kolektifnya diaktifkan sehingga tercipta apa yang disebut credit event yakni diaktifkannya kembali pembayaran credit swap senilai 3 miliar euro. "Karena itu, rupiah dibuka langsung melemah di level 9.150 yang sekaligus level terkuat dan level penutupan hari ini setelah mencapai level terlemahnya 9.165 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (12/3).

Firman menjelaskan, sebanyak 85,8% kreditor swasta sudah berpartisipasi dalam program debt swap Yunani. "Sesuai dengan Undang-undang yang disetujui Parlemen Yunani, setelah dicapai di atas 75% itu, Athena bisa memaksa kreditor yang lain untuk berpartisipasi. Inilah yang dimaksud klausul kolektif," papar Firman.

Karena klausul itu sudah disepakati dan saat ini partisipasi kreditor swasta sudah mencapai 95%, yang otomatis, mengacu International Swaps and Derivatives Association (ISDA) dikategorikan sebagai credit event. "Akibatnya, memicu pembayaran credit swap senilai 3,2 miliar euro," ujarnya.

Dari debt swap Yunani bisa mendapatkan dana mencapai 100 miliar euro. "Tapi, karena klausul kolektif sudah memicu credit event sehingga pembayaran kredit swap diaktifkan," tuturnya.

Dia menjelaskan, angka 3 miliar tersebut memang rendah dibandingkan jika Yunani default yang kerugiannya bisa mencapai 1 triliun euro.

"Tapi kondisi ini membuka kemungkinan akan adanya spekulasi lebih lanjut di masa yang akan datang kalau situasi di zona euro kembali memburuk klausul tersebut akan diaktifkan. Terutama dengan Spanyol yang menargetkan defisit anggaran 2012 lebih tinggi dari apa yang disepakati Uni Eropa," paparnya," imbuh Firman. Di sisi lain, yield obligasi Portugal masih double digit.

Namun demikian, tadi pagi, ada komentar dari China terutama dari lembaga pengelola kekayaan negara (SAFE) yang menegaskan komitmen untuk tetap berinvestasi di Eropa. "Kondisi ini, sedikit membantu sentimen euro sehingga pulih dan rupiah kembali stabil dibandingkan posisi pembukaan," imbuhnya.

Alhasil, dolar AS hanya melemah tipis terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS turun tipis ke level 79.90 dari sebelumnya 79,96. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3125 dari penutupan akhir pekan lalu di posisi US$1,3111 per euro," imbuh Firman.

Komentar

Embed Widget
x