INILAH.COM, Jakarta - Mukesh Ambani adalah orang terkaya Asia dengan kekayaan bersih sebesar US$26,8 miliar, bahkan setelah sahamnya di perusahaan top India secara nilai pasar turun 18% selama 12 bulan, menurut Indeks miliarder Bloomberg.
Sementara Li Ka-shing Hong Kong, yang sering dijuluki "Superman" oleh media lokal karena kehebatannya berinvestasi, menduduki peringkat kedua di Asia, dengan kekayaan US$25,8 miliar. Lakshmi Mittal, yang lahir di India dan merupakan Ketua ArcelorMittal, industri baja terbesar dunia, tercatat sebagai orang terkaya ketiga Asia dengan kekayaan bersih sebesar 23,6 miliar.
Kekayaan ketiga orang ini sekitar 11% dari gabungan kekayaan bersih 20 orang terkaya dunia. Lebih banyak orang Asia ditetapkan untuk mendominasi peringkat di tahun-tahun mendatang, setelah jumlah miliarder di wilayah ini melampaui Europa pada tahun 2010 dan Amerika Utara pada tahun 2011, menurut Credit Suisse Group AG.
"Asia sedang menyaksikan ledakan ekonomi yang sangat besar sekarang dan pengusaha yang mengarahkan kemakmuran ekonomi ini sangat pintar untuk mengoptimalkan peluang ini," ujar Noor Quek, yang sebelumnya Kepala Pengembangan Bisnis di Asia Tenggara untuk unit banking-private Citigroup Inc, yang sekarang sedang menjalankan bisnis keluarga di Singapura NQ internasional Pte (perusahaan konsultan). "Pertumbuhan jumlah dan kekayaan miliader Asia akan eksponensial dan proses itu telah dimulai."
Jumlah miliarder di Asia naik menjadi 351 tahun lalu, dari 245 pada tahun 2010, menurut laporan Credit Suisse Global Wealth. "Eropa memiliki 251 miliarder, sementara Amerika Utara 332 tahun lalu," kata bank yang berbasis di Zurich ini.
Ambani, yang memiliki 44,7 persen kepemilikan di Reliance Industries Ltd (RIL), operator terbesar penyulingan minyak kompleks dunia dan pemilik ladang gas alam terbesar India, berada di peringkat 11 orang terkaya dunia. Pemilik industri eksplorasi minyak dan refiner yang berusia 54 tahun ini memiliki kekayaan senilai US$24 miliar. Tahun lalu kepemilikannya di Realiance turun 35% untuk menawarkan pembelian kembali saham untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun.
Uang kas Reliance lebih dari tiga kali lipat selama dua tahun menjadi US$15 miliar setelah BP Plc, perusahaan minyak terbesar kedua Eropa, membeli saham di 21 ladang minyak di India senilai US$7,2 miliar tahun lalu.
Dua tahun lalu, orang terkaya India ini memiliki 27 gedung bertingkat di Mumbai, di mana setengah dari penduduk kota tinggal di daerah kumuh. Gedung pencakar langit, Antilia, senilai US$500 juta, menurut Anuj Puri, Chairman dan Country Head Jones Lang LaSalle.
Sementara Li, orang terkaya China berada di peringkat 12 orang terkaya dunia, menurut Indeks. Investasinya ada di Cheung Kong Holdings Ltd (1), pengembang properti terbesar ketiga dunia secara nilai pasar, Hutchison Whampoa Ltd (13), perusahaan terbesarnya, dan Husky Energy Inc., sebuah perusahaan minyak Kanada, yang bernilai sekitar US$24 miliar.
Pria berusia 83 tahun ini mendirikan Cheung Kong pada 1950-an untuk pembuatan plastik. Li meningkatkan investasinya real estat Hong Kong pada tahun 1967 setelah kerusuhan Revolusi Kebudayaan China yang menekan harga properti. Dia meramalkan dengan benar bahwa pada tahun 2007 lalu bubble (gelembung) pasar saham China akan meledak dan diperkirakan tahun 2009 harga rumah di Hong Kong akan reli.
Mittal berada di posisi 16 orang terkaya di dunia, menurut Indeks. Harga saham ArcelorMittal (MT) yang turun 47,5 persen pada tahun 2011 telah mengikis keuntungan Mittal akibat pendinginan ekonomi di China dan Eropa yang menurunkan permintaan untuk baja. Kepemilikan 41% saham di perusahaan yang berbasis di Luxembourg ini senilai sekitar US$14 miliar, dibandingkan dengan sekitar US$17 miliar tahun yang lalu, menurut data yang disusun oleh Bloomberg.
Mittal, 61, tinggal di London sejak 1995, di mana dia memiliki beberapa properti, termasuk 12 kamar tidur di Istana Kensington Gardens, yang dibelinya pada 2004 senilai 57,1 juta pound (US$90,4 juta). Dia memiliki dua rumah lainnya di dekatnya. Harga rumah mewah di lingkungan paling mahal di Inggris ini telah mencatatkan keuntungan sekitar 110 persen sejak 2004, kata Grainne Gilmore, Kepala Riset Perumahan di Knight Frank LLP.
Gina Rinehart, 58, ahli waris pertambangan Australia dan media investor, adalah perempuan terkaya Asia-Pasifik, dengan kekayaan bersih US$20,4 miliar.
Industri baja Posco Korea Selatan setuju pada bulan Januari untuk membayar 1,78 triliun won (US$1,6 miliar) untuk meningkatkan sahamnya di Rinehart's Roy Hill, proyek tambang bijih besi di Australia Barat hingga 15% dari 3,8 persen. Rinehart, melalui Hancock Prospecting Pty. Ltd, menjual 79% saham di dua proyek batubara di negara bagian Queensland ke India's GVK Group senilai US$1,26 miliar tahun lalu.
Lee Shau Kee, 84, pendiri Henderson Land Development Co di Hong Kong, adalah orang terkaya kelima di Asia dengan estimasi kekayannya senilai US$19,8 miliar.