Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 05:10 WIB

Nico Omer Jonckheere

IHSG Akan Bearish Secara Zigzag

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 28 Februari 2012 | 03:00 WIB
IHSG Akan <i>Bearish</i> Secara <i>Zigzag</i>
Nico Omer Jonckheere - IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Setelah level 3.875 pecah ke bawah, support IHSG berikutnya adalah 3.600-3.630. Target koreksi dalam beberapa bulan ke depan adalah 2.275-3.009 yang terjadi secara zigzag.

Wakil Kepala Riset Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, secara teknikal, IHSG saat ini baru memasuki wave C, yang merupakan gelombang turun dan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Pasalnya, jika dilihat dari sisi valuasi maupun aliran dana yang terjadi saat ini menunjukkan IHSG akan cenderung turun ke depannya. Koreksi akan berlangsung dalam beberapa pekan bahkan bulan ke depan. Menurutnya, koreksi akan terjadi secara zigzag. "Wave 1 turun, wave 2 naik, wave 3 turun, wave 4 naik, dan wave 5 turun. Sekarang, baru wave 1 turun," kata Nico Omer.

Pada perdagangan Senin (27/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 33,55 poin (0,86%) ke level 3.861,016 dengan intraday tertinggi 3.894,757 dan terendah 3.838,539. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang turun 6,37 poin (0,95%) ke level 665,283. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah ke level 3.861,016. Bagaimana Anda melihat arah berikutnya?

Jika masih bisa bertahan di atas 3.875, IHSG akan bergerakdalam kisaran 3.875-4.030.Tapi, karena level 3.875 pecah ke bawah, support berikutnya di level 3.600-3.630.Target koreksi saya, dalam beberapa bulan ke depan masihtetap di level 2.275-3.009.Dalam beberapa bulan ke depan, IHSG jelas cenderung bearish.

Bagaimana penjelasannya?

Secara teknikal, IHSG saat ini baru memasuki wave C, yang merupakan gelombang turun dan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Sebab, jika dilihat dari sisi valuasi maupun aliran dana yang terjadi saat ini menunjukkan IHSG akan cenderung turun ke depannya. Koreksi akan berlangsung dalam beberapa pekan bahkan bulan ke depan.

Penurunan secara bertahap?

Ya. Koreksi itu tidak seperti garis lurus (akan terus turun).Artinya, kalau terjadi koreksi akan terjadi secara zigzag, wave 1 turun, wave 2 naik, wave 3 turun, wave 4 naik, dan wave 5 turun. Sekarang, baru wave 1 turun.

Dalam kondisi market seperti ini, bagaimana strategi investasinya?

Untuk investasi jangka panjang, 3-5 tahun, di saham-saham bluechips saya rekomendasikan PT Bukit Asam (PTBA.JK),PT London Sumatera Plantation (LSIP.JK), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK), PT Alam Sutera Realty (ASRI.JK),dan PT Intraco Penta (INTA.JK).

Saham-saham lapis dua?

Saham-saham second liner PT Lippo Cikarang (LPCK.JK), PT Tunas Baru Lampung (TBLA.JK),PT Panin Life (PNLF.JK), PT Asuransi Multi Artha Guna (AMAG.JK) dan PT Clipan Finance Indonesia (CFIN.JK).Semua ada 10, bluechip maupun second liner direkomendasikan untuk jangka panjang.Dalam situasi market saat ini, lebih baik dalam posisi cash seiring IHSG yang akan turun cukup jauh.

Untuk trading jangka pendek?

Terus, secara teknikal yang momentumnya lagi bagus adalah PT Indika Energy (INDY.JK) yang secara valuasi cukup murah, PT Energi Mega Persada (ENRG.JK) juga menarik karena kenaikan harga minyak belakangan ini. Di sektor consumers good, PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA.JK) juga masih cukup oke. Tiga saham terakhir untuk trading jangka pendek, sepekan hingga dua pekan ke depan. Tapi, tetap memperhatikan momentum dan volume transaksinya.

Komentar

Embed Widget
x