Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 05:13 WIB

Naik 52%, Laba United Tractors Capai Rp5,9 di 2011

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 27 Februari 2012 | 20:20 WIB
Naik 52%, Laba United Tractors Capai Rp5,9 di 2011
Foto : Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PT United Tractor Tbk (UNTR) merah laba bersih mencapai Rp5,90 triliun per 31 Desember 2011 atau naik 52% dari periode yang sama tahun 2010 RpRp3,87 triliun.

Demikian mengutip keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Senin (27/2/2012). Pertumbuhan laba ini didukung kenaikan dari pendapatan dari Rp37,32 triliun menjadi Rp55,05 triliun.

Penjualan alat berat mendorong kenaikan pendapatan sekitar 49,4%, serta peningkatan produksi batubara PT Pamapersada Nusantara dengan kontribusi sekitar 40,7%. Untuk sisanya sebesar 9,9% disumbang oleh unit usaha pertambangan yang dijalankan oleh PT Prima Multi Mineral dan PT Tuah Turangga Agung.

Perseroan memanfaatkan peluang di sektor-sektor pengguna alat berat yang terus bertumbuh. Sepanjang 2011 segmen usaha mesin konstruksi kembali mencatat prestasi dengan memecahkan rekor volume penjualan alat berat Komatsu sekitar 8.467 unit, melonjak 57% dari volume tahun sebelumnya 5.404 unit.

Peningkatan ini juga diikuti oleh peningkatan volume penjualan alat berat di Indonesia menjadi 17.360 unit dari angka 11.781 unit di 2010. Dari total volume penjualan unit tersebut, porsi penjualan terbesar masih dikontribusikan oleh sektor pertambangan, yakni 67%, disusul perkebunan 17%, sektor konstruksi dan kehutanan masing-masing 10% dan 6%.

Perseroan juga berhasil meningkatkan penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat tumbuh 18% dari nilai pendapatan tahun sebelumnya. Dari sisi bisnis kontraktor penambangan, meningkatnya permintaan dan harga batubara membuat aktivitas di sektor ini terus meningkat.

Pamapersada memenuhi permintaan jasa penambangan batubara dengan mencatat peningkatan produksi batubara sebesar 11%, serta kenaikan volume pemindahan tanah sebesar 22%, atau dari 77,9 juta bcm dan 651,5 juta bcm pemindaan tanah menjadi 86,8 juta bcm batubara dan 791,7 juta bcm pemindahan tanah.

Untuk bisnis ini tambang batubara, perseroan mampu meningkatkan kapasitas produksinya dan membukukan kenaikan volume penjualan batubara dari 3,1 juta ton menjadi 4,5 juta ton.

Komentar

x