Kamis, 23 Oktober 2014 | 04:39 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wacana Harga BBM Naik, Market Anomali
Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Jumat, 24 Februari 2012 | 19:01 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – IHSG dan rupiah anomali melemah di tengah hijaunya laju bursa regional. Pasar cemaslambungan inflasi akibat rencana kenaikan harga BBM yang bergulir dua hari terakhir.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, secara keseluruhan market regional kemarin cukup positif. Tapi, terjadi anomali di mana rupiah dan IHSG anjlok akibat outlook inflasi yang lebih tinggi.

Kondisi ini, lanjutnya, dipicu oleh rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digulirkan pemerintah dalam dua hari terakhir. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.129 setelah mencapai level terkuatnya 9.050 dari posisi pembukanaan di level yang sama,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (24/2).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (24/2) ditutup melemah 74 poin (0,81%) ke level 9.114/9.124 per dolar AS dari posisi kemarin 9.040/9.050.

Karena itu juga, Christian menegaskan, pergerakan pasar aset Indonesia seperti saham dan rupiah tidak mengikuti perkembangan regional. "Tapi, pelemahan rupiah hanya bersifat sementara dan nantinya akan kembali mengikuti pergerakan regional," tuturnya.

Apalagi, kata dia, posisi dolar AS sendiri saat ini sedang melemah tapi pada saat yang sama rupiah juga melemah hari ini. Lebih jauh dia menjelaskan, harga minyak naik terus. Pasar juga belum tahu angka persis kenaikan BBM. Jika harga BBM bersubsidi naik Rp1.500 per liter, inflasi berpeluang di atas 5,5%.

Tapi, lanjut dia, jika kenaikan BBM lebih dari Rp1.500 per liter, bukan mustahil inflasi pada level 7%. "Semakin tinggi inflasi, investor menganggap bahwa nilai portofolio semakin tergerus sehingga mereka profit taking," ucapnya.

Hanya saja, Christian berkeyakinan, pemerintah juga akan mematok kenaikan harga bahan bakar minyak berdasarkan asumsi harga minyak internasional. Menurutnya, ada proyeksi, harga minyak mentah dunia bakal mencapai US$125 per barel akibat ketegangan Iran dengan negara-negara Barat yang semakin meningkat. "Bahkan nantinya, pasar melihat adanya peluang konfrontasi," tutur Christian.

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS ditransaksikan melemah 0,12% ke level 78,79 dari sebelumnya 78,82. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke level US$1,3387 dari sebelumnya US$1,3372 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) sebesar 64,25 poin (1,62%) ke level 3.894,562. “Market cuma menunggu kepastian sebenarnya. Kepastian BBM Subsidi naiknya berapa, dan kapan kenaikan itu akan dilaksanakan. Semakin lama dan semakin plin-plan, siksa yang diterima market bakal semangkin parah,” timpalnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.