INILAH.COM, Singapura - Minyak mentah dunia menguat di perdagangan Jumat (24/2/2012) di Asia. Hal ini dipicu kekhawatiran pasokan Iran yang mendorong kenaikan harga.
Minyak AS jenis light sweet naik 66 sen menjadi US$108,49 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman April. Sementara minyak jenis Brent naik 45 sen menjadi US$124,07 per barel di London. Demikian mengutip cnbc.com.
"Masih ada premi risiko yang akan mendorong kenaikna harga dari ketegangan politik Iran," kata Jonathan Barratt, kepala eksekutif BarrattBulletin.
Ketegangan AS dan sekutunya dengan Iran terkait program nuklir Teheran. Bahkan pengawas nuklir PBB mengalami kegagalan dalam misi untuk memeriksa pengembangan nuklir tersebut. Iran pun sudah terancam akan diboikot impor minyaknya yang sudah dilakukan pembeli dari Asia. India dan Jepang sera China mulai mengurangi impor minyak dari Iran.
Namun Iran tetap mempertahankan produksinya meskipun terjadi pengurangan ekspor. Namun sekutu AS mencurigai Iran menyimpan minyaknya di laut sambil mencari pembeli baru.
Di pasar Asia, bursa menguat seperti indeks Nikkei naik 0,5%, indeks Shanghai naik 0,7% dan indeks ASX naik 0,4% serta indeks Hang Seng naik tipis 0,07 poin. Indeks dolar AS naik 0,1% menjadi 78,672 dari 78,677. Untuk kurs euro terhadap dolar AS turun menjadi US$1,3368 per euro dan dolar AS terhadap yen naik 0,5% menadji US$80,14 per yen.