Kamis, 17 Mei 2012 | 06:29 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Aji Martono
Jangan Main Saham-saham Gorengan!
Headline
Aji Martono - inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Jumat, 24 Februari 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Meski profit taking berpeluang berlanjut, IHSG diprediksi bakal datar. Sebab, pada beberapa saham bakal mengalami bargaining position. Saham apa saja?

Analis dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, potensi profit taking masih dipicu oleh wacana opsi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah. Pasar mengkhawatirkan lambungan inflasi.

Tapi, laju IHSG juga masih mengikuti pergerakan bursa global. Jika Dow Jones menguat, indeks domestik pun berpeluang naik. Aji merekomendasikan beberapa saham pada grup Astra, pertambangan, dan properti. “Saya rekomendasikan buy on support saham-saham tersebut saat IHSG mendekati support 3.934. Hati-hati juga, jangan bermain pada saham-saham gorengan,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Kamis (23/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 36,22 poin (0,91%) ke level 3.958,809 dengan intraday tertinggi 3.994,659 dan terendah 3.953,426. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 9,02 poin (1,30%) ke level 684,966.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah hampir 1%. Bagaimana Anda memperkirakan arah IHSG akhir pekan ini?

Penutupan IHSG kemarin masih jauh di atas support IHSG 3.934 dan resistance di level 3.987. Pergerakan IHSG masih mengekor laju bursa global yang mengalami penurunan. Dari dalam negeri, wacana kenaikan harga BBM masih memicu kekhawatiran sebagian investor atas lonjakan inflasi yang ditimbulkannya. Inilah yang menyebabkan investor profit taking.

Jadi, arah IHSG masih melemah?

Meski dua hari terakhir mengalami penurunan dan hari ini merupakan hari terakhir perdagangan pekan ini, Jumat ini pergerakan indeks cenderung mendatar (flat). Cermati juga strategi follow the global market terutama pergerakan Dow Jones.

Di sisi lain, cermati juga laporan Jobless Claims AS. Jika laporan tersebut direspon positif oleh bursa AS pertanda investor AS juga melakukan bargaining position. Ini juga akan berdampak positif bagi IHSG jika memang data AS itu dirilis positif. Begitu juga sebaliknya.

Saham pilihan Anda?

Sektor saham yang menguat kemarin adalah properti. Di sisi lain, ada beberapa saham bluechips yang layak akumulasi. Seiring rencana kenaikan harga BBM, saham-saham di sektor pertambangan akan jadi alternatif terutama saham-saham yang menjadi substitusi minyak seperti batu bara.

Spesifik saham pilihan Anda?

Saham-saham pilihannya adalah PT Aneka Tambang (ANTM), PT Adaro Energy (ADRO), PT International Nickel Indonesia (INCO), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Harum Energy (HRUM) akan mendapat sentiment positif dan bargaining position. Saham-saham tersebut akan menahan IHSG dari penurunan lebih dalam.

Selain itu, penurunan pada saham PT Astra Internasional (ASII) dan PT United Tractor (UNTR) membuat investor juga akan mulai mencermati untuk bargaining. Karena itu, peluang akumulasi terbuka lebar pada kedua saham ini. Apalagi, ASII merupakan saham penopang pelemahan dan penguatan IHSG. Bisa jadi, ASII dan UNTR akan jadi pemicu kenaikan indeks.

Di sektor properti?

Di sektor properti, direkomensikan yang punya fundamental cukup bagus di grup Ciputra terutama PT PT Ciputra Surya (CTRS), PT Summarecon Agung (SMRA) dan PT Metropolitan Land (MLTA).

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan buy on support saham-saham tersebut saat IHSG mendekati support 3.934. Hati-hati juga, jangan bermain pada saham-saham gorengan.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
anton
Jumat, 24 Februari 2012 | 10:34 WIB
sok tau nih org, jelas bluechip udh kemahalan...ini pasti orgnya pegang saham2 BC yg lagi porak poranda skr
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.