Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 00:42 WIB

Minyak Meroket, Investor Tarik Diri

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 22 Februari 2012 | 18:45 WIB
Minyak Meroket, Investor Tarik Diri
politico.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Rupiah dan IHSG kompak mendarat pada teritori negatif. Euporia bailout Yunani mereda dan kecemasan pasar atas lonjakan harga minyak jadi pemicunya.

Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, rupiah hanya melemah tipis dan secara keseluruhan pergerakannya sideways. Menurutnya, sideways-nya pergerakan rupiah hari ini salah satunya karena terbawa arus datarnya pergerakan mata uang utama yang bahkan ada beberapa mata uang yang terkoreksi termasuk euro.

Padahal, meski euro masih terpengaruh oleh euforia disepakatinya bailout untuk Yunani senilai 130 miliar euro, euforia itu sudah mereda secara keseluruhan pada market global. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.060 dan 9.020 per dolar AS sebagai level terkuatnya dari posisi pembukaan di level yang sama," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (22/2).

Kurs rupiah $ di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (22/2) ditutup melemah tipis 5 poin (0,05%) ke level 9.055/9.065 per dolar AS dari posisi kemarin 9.050/9.060.

Kondisi itu, lanjut Daru, mendorong para investor untuk tidak melakukan pengambilan posisi terlebih dahulu. "Sebab, pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari penanganan masalah krisis utang Yunani meski bailoutnya sudah disetujui para menteri keuangan zona euro," ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Daru, pasar juga mencemaskan kenaikan harga minyak mentah dunia. Perhatian pasar, fokus pada negara Iran yang menghentikan pasokan minyak ke Eropa seiring embargo yang dijalankan Uni Eropa. "Kebijakan ini membuat harga minyak langsung melonjak di atas US$106 per barel," ucap dia.

Daru menjelaskan, jika harga minyak melonjak, dikhawatirkan bisa membuat perekonomian Eropa dan AS semakin terkikis sehingga berimbas negatif ke kawasan Asia. Karena itu, para investor sedikit demi sedikit menarik diri dari pasar. "Atau, paling tidak tidak menambah posisi. Karena itu, rupiah melemah tipis hari ini. Ini juga yang terjadi di bursa saham," ucapnya.

Alhasil, dolar AS stagnan terhadap mayoritas mata uang utama. Indeks dolar AS bertahan di level 78,07. "Tapi, terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa) dolar AS ditransaksikan menguat tipis ke level US$1,3228 dari sebelumnya US$1,3237 per euro," imbuh Daru.

Dari bursa saham, pengamat pasar modal Gina Novrina Nasution mengatakan, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) sebesar 7,93 poin (0,20%) ke level 3.995,024 merupakan anomaly. Kondisi ini dipicu oleh isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri yang didengungkan oleh Presiden Yudhoyono.

Komentar

 
x